Setelah beberapa bulan Jade Devis mengetahui kehamilannya, ia mendapatkan adanya benjolan di bagian dadanya. Pada awalnya, dokter mengira itu adalah sumbatan kelenjar air susu. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa itu adalah kanker payudara. Inilah yang membuatnya harus menjalani perawatan kemoterapi di masa kehamilannya. 
 

Penuh Haru! Wanita Ini Lahirkan Bayi Sehat Saat Jalani Kemoterapi Kanker Payudara
source: https://www.today.com/

“Saya merasa bingung. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan menjalani satu hal yang saya pikir tidak seharusnya saya lakukan. Jalan yang membahayakan bayi saya,” ujar Devis (36) dilansir dari Today.

Penuh Haru! Wanita Ini Lahirkan Bayi Sehat Saat Jalani Kemoterapi Kanker Payudara
source: https://www.hindustantimes.com/

Devis, wanita yang berasal di Rancho Cucamonga, California, telah mulai merasakan rasa sakit luar biasa di payudaranya sejak dia mendapati kehamilannya pada Desember 2018. Keluarga dan dokternya memberi tahunya bahwa hal yang dirasakannya adalah normal selama awal masa kehamilan. Namun, pada bulan Februari, dia melihat adanya benjolan oval berukuran cukup besar yang muncul di atas payudara kirinya saat dia berbaring. Benjolan itu keras seperti batu dan menyakitkan saat ditekan.

baca juga

Dokter dan ahli radiologi mengatakan kemungkinan itu adalah saluran kelenjar susu yang tersumbat dan merekomendasikan untuk memeriksanya kembali 6 bulan kemudian, tetapi Devis bersikeras untuk melakukan biopsi. Hasil pemeriksaan pun berkata lain, diagnosisnya adalah stage 2 triple negative breast cancer, yaitu kanker yang langka dan agresif. Saat itu, ahli bedah mengangkat sebuah tumor besar dan 10 kelenjar getah beningnya selama lumpektomi pada bulan April.

Penuh Haru! Wanita Ini Lahirkan Bayi Sehat Saat Jalani Kemoterapi Kanker Payudara
source: https://www.abcnews.com/

Langkah pengobatan selanjutnya adalah kemoterapi. Mempertimbangkan kemoterapi yang mungkin akan berbahaya bagi janinnya, beberapa dokter memberi tahu Devis bahwa kesehatannya sekarang menjadi prioritas. Mengingat usia kandungan yang masih muda, ia ditawari pilihan untuk mengakhiri kehamilan, tetapi Devis menolak.

Pada dasarnya, kemoterapi sangat dianjurkan setelah menjalani tindakan operasi untuk pasien dengan kanker payudara triple negative. Namun, itu tidak dapat diberikan kepada wanita hamil dengan usia kandungan yang masih pada masa trimester pertama, yaitu saat organ janin terbentuk. Namun, obat kemoterapi tertentu dapat dikatakan aman selama digunakan saat kehamilan sudah memasuki usia trimester kedua dan ketiga.

Penuh Haru! Wanita Ini Lahirkan Bayi Sehat Saat Jalani Kemoterapi Kanker Payudara
source: https://www.today.com/

Itulah sebabnya, Devis harus menjalani operasi lain untuk memasang port di dadanya sebagai saluran untuk obat yang akan diberikan. Ia pun memulai kemoterapi ketika kandungannya berusia 25 minggu di bulan Mei menggunakan rejimen yang disebut FAC (5-fluorouracil, adriamycin, cyclophosphamide), kemoterapi yang paling banyak dicoba pada pasien hamil. Dia melakukan tiga putaran sebelum akhirnya melahirkan putranya Bradley pada bulan Juli. Bradley lahir dengan tubuh yang sehat dengan berat 3 kilogram.

baca juga
Penuh Haru! Wanita Ini Lahirkan Bayi Sehat Saat Jalani Kemoterapi Kanker Payudara
source: https://www.today.com/

Meskipun begitu, Devis masih khawatir tentang risiko autisme atau masalah lain saat Bradley tumbuh besar nantinya mengingat selama masa kehamilan ia menjalani begitu banyak perawatan dengan beragam tekanan dan pikiran. Tapi sejauh ini, perkembangan sang putra tampak sangat bagus dan tumbuh kembangnya terpantau normal.