Saat hamil, leher rahim akan mengeluarkan cairan bening atau keputihan yang lebih banyak dan lebih sering daripada biasanya. Jenis keputihan yang keluar pun hampir sama seperti sebelum kamu hamil. Jika tak ada masalah, maka keputihan akan normal, tapi jika bagian organ kewanitaan terinfeksi bakteri ataupun jamur, maka keputihan bisa menjadi tidak normal. 

Ada beberapa tolak ukur untuk membedakan keputihan normal atau tidak, di antaranya warna, tekstur, aroma, disertai rasa sakit atau tidak dan sebagainya. Biasanya keputihan normal ditandai dengan cairan tampak bersih, tidak butek, tidak gatal dan tidak berbau. Sementara yang abnormal, memperlihatkan tanda-tanda sebaliknya. 
 

Perhatikan, Moms! Ini Beda Keputihan yang Normal dan Tidak Normal Saat Hamil
source: http://beautynesia.id



Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan perbedaan keputihan saat hamil yang normal dan abnormal berikut ini: 

 

baca juga

Bening atau Putih Seperti Susu (Milky White)


 

Bening atau Putih Seperti Susu (Milky White)
source: https://wallpapercave.com


 

Merah Muda atau Pink


 

Merah Muda atau Pink
source: http://wallpapercraft.net


 

baca juga

Berwarna Kecokelatan

Berwarna Kecokelatan
source: https://pattybolands.com


 

Merah

Merah
source: https://wallpapercave.com


 

Berwarna Kekuningan

Berwarna Kekuningan
source: https://wallpapercave.com


 

Hijau


 

Hijau
source: https://wallpapercave.com



 

Abu-Abu


 

Abu-Abu
source: https://twitter.com



Moms, jika selama hamil kamu mengalami keputihan yang tidak normal, maka jangan diamkan saja. Tapi, segera periksakan ke dokter kandungan. Karena keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh beragam hal, seperti infeksi jamur, bakteri, vagina yang tidak bersih, dan sebagainya. Berikut beberapa penyebabnya: 


1. Yeast infection (infeksi ragi) 
Infeksi ragi biasanya ditandai dengan vulva meradang, keputihan tidak berbau, dan terasa sakit, gatal dan seperti terbakar saat buang air kecil ataupun berhubungan intim dengan pasangan. 

2. Bacterial vaginosis
Keputihan berupa cairan putih atau abu-abu dan berbau amis. Biasanya ciri-ciri tampak sehabis kamu berhubungan intim. Jika kamu mengalaminya maka itu merupakan infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis.

3. Penyakit menular seksual
Kamu terindikasi terkena penyakit menular seksual apabila kamu mengalami keputihan berupa cairan putih atau abu-abu dan berbau amis. Biasanya ciri-ciri tampak sehabis kamu berhubungan intim.