Seorang bocah 3 tahun asal Ciamis Jawa Barat, Alvin Putra Syamsubahri, tewas akibat dianiaya ayah tirinya sendiri, Asep Doni (25). Alvin tewas setelah dipukuli berkali-kali oleh tersangka di Gunungcupu. Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis pada Senin (21/10/2019) lalu.

Dikutip melalui Detik, kejadian ini berawal dari AD, ayah tiri korban yang pulang ke rumah dari pekerjaannya sebagai karyawan peternakan ayam pada Senin malam. Tersangka pulang dalam keadaan mabuk dan mulutnya penih dengan aroma alkohol. Ia lalu mengajak korban ke rumah neneknya yang jaraknya sekitar 1 kilometer menggunakan sepeda motor.

Dipukuli Ayah Tiri Hingga Tewas, Ini Ucapan Terakhir Alvin Sebelum Meninggal Pada Sang Ibu
source: https://news.detik.com/
"Saat naik motor, Alvin sempat pamitan, bilangnya, 'Mamah, Alvin ke rumah Nenek dulu'," ujar Yesi Mulyasari, Selasa (22/10/2019).
source: https://news.detik.com/

Sebenarnya Ibu korban, Yesi, merasa khawatir karena suaminya itu dalam keadaan mabuk. Setelah sekitar 15 menit kemudian, Yesi menghubungi rumah nenek korban, tapi ternyata Alvin dan ayah tirinya belum sampai. Karena waswas, akhirnya Yesi lalu berangkat ke rumah nenek korban dengan berjalan kaki.

baca juga

Masih dilansir dari Detik, dalam perjalanan menuju rumah nenek Alvin, Yesi malah mendapat kabar dari warga lain bahwa anaknya ada di Puskesmas Sindangkasih. Saat dicek ternyata anaknya sedang diinfus tak sadarkan diri. Korban lalu dirujuk ke RS Jasa Kartini, Tasikmalaya. Namun, takdir berkata lain, Alvin tak selamat, ia meninggal sewaktu dalam perawatan.

Dipukuli Ayah Tiri Hingga Tewas, Ini Ucapan Terakhir Alvin Sebelum Meninggal Pada Sang Ibu
source: https://medan.kompas.com/
"Ada luka lebam di pipi kanan dan dagu. Belum lihat di badannya, padahal ada bekas biru. Waktu di puskesmas udah nggak sadar pakai infus, matanya merem," kata Yesi.
source: https://medan.kompas.com/

Menurut Yesi, tersangka mengaku mengalami kecelakaan terjatuh dari sepeda motor. Sementara itu, ayah kandung korban, Deden, mendapat kabar anaknya meninggal dari mantan isterinya. Deden pulang dari pekerjaannya di luar daerah, lalu melihat tubuh anaknya terdapat beberapa luka lebam.

Deden curiga anaknya dianiaya dan langsung melapor ke Polsek Cikoneng dan Polres Ciamis. Ia pun meminta dilakukan autopsi di RS Sartika Asih Bandung.

Setelah dilaporkan, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar membenarkan telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap Alvin oleh ayah tirinya. Pihaknya telah mendapat laporan dan melakukan olah tempat kejadian.

Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi serta mengamankan ayah tiri korban guna dimintai keterangan.

Dipukuli Ayah Tiri Hingga Tewas, Ini Ucapan Terakhir Alvin Sebelum Meninggal Pada Sang Ibu
source: https://tirto.id/
"Iya betul, kasus dugaan penganiayaan, korban balita. Dugaan pelaku adalah ayah tirinya, sekarang sudah diamankan," ujar Risqi.
source: https://tirto.id/

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku jika telah memukuli korban berkali-kali di perut dan kepala korban. Tersangka merasa geram lantaran anak tirinya itu tak kunjung berhenti menangis meski sedang dalam perjalanan menuju rumah neneknya. Karena tersangka berada dalam pengaruh ciu yang diminumnya sepulang kerja, maka tersangka dengan tega memukuli korban hingga tewas di pinggir jalan.

baca juga

Kepergian Alvin tentu membuat ibunya terpukul. Bahkan Yesi belakangan ini terlihat sering melamun setiap kali mengingat putra tercintanya tewas di tangan suami ketiganya, Asep Doni. Yesi tak percaya, anaknya yang tak memiliki riwayat penyakit apapun tiba-tiba meninggal dunia saat diantar Asep Doni ke rumah nenek korban.

Dipukuli Ayah Tiri Hingga Tewas, Ini Ucapan Terakhir Alvin Sebelum Meninggal Pada Sang Ibu
source: https://www.republika.co.id/

Yesi selalu teringat dengan kata-kata yang diucap anaknya sebelum pergi bersama pelaku pada Senin dini Hari, sekitar pukul 00.17 WIB.

"Setelah naik motor dia bilang, 'dadah Mamah, dadah Caca (kakak perempuan korban), Alvin ke rumah nenek dulu'," ujar Yesi lirih, mengulang kembali kata-kata terakhir anaknya.

Menurut pengakuan Yesi, pelaku memang suka berbuat kasar saat mabuk. Putranya, Alvin, selalu menjadi sasaran amukan pelaku. Dan Yesi meminta tersangka untuk dihukum seberat-beratnya.