Dehidrasi pada dasarnya adalah kekurangan cairan di tubuh. Hal ini dapat disebabkan dari cuaca yang panas, penyakit yang diderita ataupun kurangnya asupan cairan ke dalam tubuh. Ibu hamil memiliki kebutuhan cairan yang lebih banyak dibandingkan orang biasa. Karena cairan ini pun akan menjadi asupan untuk janin.

Dilansir dari HaiBunda, bila ibu hamil terkena dehidrasi dan tidak segara mendapat asupan cairan, akan terjadi gangguan metabolik di mana asupan oksigen ke janin berkurang. Akibatnya perkembangan janin dapat terhambat.
Bahaya Ibu Hamil Alami Dehidrasi, Ini Risikonya Pada Janin
source: http://blog.clatterans.com

Bahaya dehidrasi

Menurut dr.Rinto Riantori Sp.OG dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, bila ibu hamil terkena dehidrasi, akibatnya bisa fatal. "Itu efeknya janin mengalami IUGR atau intrauterine growth restriction di mana janjn tumbuhnya terhambar, berat janin di bawah 10 persen kurva berat badan janin normal," papar Rinto kepada HaiBunda.

Sedangkan menurut dr. Marianti dari Alo Dokter, berikut beberapa bahaya bila ibu hamil dehidrasi:
  • Air ketuban terlalu sedikit. Dapat mencerminkan kesehatan dan pertumbuhan janin yang tidak baik.
  • Persalinan prematur. Hal ini juga dapat mengakibatkan persalinan tidak berjalan dengan lancar
  • Komplikasi serius pada janin. Bayi dapat terlahir dengan cacat lahir ataupun cacat pada sistem saraf
  • Kematian pada ibu dan janin. Bila kondisi sudah sangat serius, memungkinkan adanya keguguran janin.
Bahaya dehidrasi
source: http://www.medicalnewstoday.com
baca juga

Ciri-ciri terkena dehidrasi

Terkadang ibu hamil tidak tahu bahwa dirinya terkena dehidrasi, sehingga asupan makan terus ditambah, namun tidak dengan asupan cairan. Dehidrasi dapat dengan mudah dikenali, ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Mulut terasa kering
  • Kepala sakit atau merasa pusing
  • Merasa haus
  • Mengantuk
  • Frekuensi buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Tekanan darah rendah dan jantung berdebar-debar
  • Kulit terasa kering dan bersisik
Ciri-ciri terkena dehidrasi
source: http://www.medicalnewstoday.com

Mengatasi dehidrasi

Untuk menghindari dehidrasi, ibu hamil harus memenuhi kebutuhan cairannya, yaitu 12-13 gelas air per hari. Bila Moms beraktivitas di luar ruangan, tambahkan 1-2 gelas air, karena ketika di bawah sinar matahari, tubuh akan lebih sering kehilangan cairan. Selain itu, hindari minuman berkafein seperti teh, kopi dan minuman soda. Karena minuman ini bersifat diuretik, Moms akan lebih sering buang air kecil, namun asupan cairan tidak bertambah.

Dr. Rinto dari Mayapada Hospital berpesan, jangan menaikkan berat janin dengan mengonsumsi gula atau lemak. Ia menyarankan untuk mengonsumsi asupan kaya protein seperti daging, ikan, tahu, dan tempe. Tak lupa asupan kalsium untuk meningkatkan massa otot janin. 
Mengatasi dehidrasi
source: http://www.momjunction.com
baca juga
Selain mensuplai cairan ke janin, banyak minum air putih juga dapat mengurangi gejala morning sickness. Juga mengonsumsi air putih sebanyak 12 gelas per hari dapat menghindarkan penyakit asam lambung, nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan lainnya. Apabila tubuh terhidrasi dengan baik dapat membantu mencegah infeksi saluran kandung kemih yang sering terjadi selama kehamilan berlangsung.

Nah, itu dia Moms, bahaya dehidrasi bila dialami bumil. Mengonsumsi air putih yang banyak tidak susah, kok. Manfaat yang didapat juga tidak hanya untuk janin tapi untuk tubuh ibu hamil sendiri. Yuk, minum air putih lagi, Moms!