5 Alasan Kenapa Bertanya 'Kapan Tambah Momongan' Dilarang

Bentuk Mom-Shaming
Istilah mom-shaming mungkin belum banyak dipahami orang. Mom-shaming merupakan perilaku mempermalukan ibu lain dengan mengagap dirinya lebih baik. Dalam hal ini pertanyaan seperti menambah momongan dapat digolongan mom-shaming karena sudah menganggap jika memiliki satu momongan adalah kekurangan. Dan memiliki anak lebih dari satu adalah keharusan atau standar baru bagi seorang ibu yang sempurna.

Mengganggu Privasi Orang Lain
Beberapa orang menganggap masalah pribadi adalah urusan yang sangat personal dan menjadi urusan yang tidak boleh di usik orang lain. Dan bila membicarakan anak tentu itu sudah masuk ke masalah pribadi. Jadi bila moms merasa dekat bukan berati moms berhak bertanya kepada orang lain tentang masalah pribadinya kan? Karena masalah pribadi harusnya menjadi urusan personal saja, selain itu kurang etis rasanya jika membahas masalah pribadi orang lain dengan umum saat orang tersebut merasa kurang nyaman.

5 Alasan Kenapa Bertanya 'Kapan Tambah Momongan' Dilarang

Merendahkan Keputusan Orang Lain
Memiliki satu anak bisa jadi adalah keputusan yang sudah diambil sepasang suami istri yang sudah dipertimbangkan dengan segala konsekuensi. Bisa saja pasangan tersebut memang menunda punya anak lagi karena alasan tertentu yang orang tidak perlu tahu.

Misalnya soal keadaan keuangan yang belum mencapai keadaan yang stabil, pasangan tersebut menunda untuk memiliki anak lagi. Sebab, keduanya tak mau ketika si jabang bayi lahir dalam kekurangan. Dan bila moms mulai mempertanyakan tentang menambah momongan itu sama artinya tidak menghargai dan merendahkan keputusan yang sudah dibuat orang lain.

Membuat Stres
Bukan tidak mungkin pertanyaan-pertanyaan dari orang sekitar yang menanyakan kapan punya anak lagi akan membuat seseorang terus-menerus memikirkannya dan berdampak tidak baik. Dan karena tingginya tekanan sosial dari pertanyaan itulah kondisi mentalnya terganggu hingga menimbulkan stres. Moms orang tersebut mungkin saja depresi karena selalu mendapat perilaku diskriminasi dengan perbandingan yang dilakukan ibu-ibu lain tentang keputusannya.

baca juga
5 Alasan Kenapa Bertanya 'Kapan Tambah Momongan' Dilarang

Mengganggu Keharmonisan Keluarga Lain
Dibanding-bandingkan dengan orang lain, mendapat kritikan dari sesama ibu. Ada alasan lain kenapa pertanyaan “kapan punya anak lagi?” sangat menyinggung perasaan pasangan suami istri. Pertanyaan yang sekedar basa-basi itu bisa membuat pasangan jadi tidak percaya diri buat ke mana-mana karena takut ditanyakan hal itu. Pasangan tersebut bisa jadi merasa malu lantaran dikira tidak subur, dan tentu bisa menyebabkan hilangnya keharmonisan dalam keluarga tersebut.

Setiap ibu pasti akan sangat senang bila diberi anugrah seorang anak lagi. Namun adakalanya banyak pertimbangan yang dimiliki untuk menambah momongan. Jadi daripada mempertanyakannya bukankah lebih tepat jika mendoakan atau menghargai setiap keputusan berbeda dari ibu yang lain. Betul kan moms?