Menurut data Kemenkes, hampir 49.5% usia anak dan praremaja di Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Tepatnya pada usia anak 10-19 tahun. Parahnya, kondisi ini tidak disadari oleh orangtua maupun sang anak itu sendiri. Sebenarnya, tubuh secara otomatis akan memberikan sinyal saat tubuh kekurangan cairan seperti haus, mulut kering dan bibir pecah-pecah, jarang buang air kecil, kulit kering, kurang aktif dan terlihat lesu. Jika dibiarkan, ada beragam bahaya yang mengintai seperti:

1. Mudah Kelelahan

Turunkan Kinerja Otak Hingga Gangguan Ginjal, Ini 4 Bahaya Dehidrasi Pada Anak

Anak yang mengalami dehidrasi cenderung kurang aktif dan mudah merasa lelah. Hal ini disebabkan karena cairan yang keluar tidak sebanding dengan cairan yang masuk. Selain itu, kurangnya oksigen dalam darah dapat membuat sel-sel darah lebih cepat rusak sehingga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan anemia. Tak hanya itu, dehidrasi juga dapat menimbulkan sakit kepala yang membuat pandangan menjadi kabur. Jika tetap dibiarkan, anak akan mudah kehilangan kesadaran.

2. Kinerja Otak Menurun

Turunkan Kinerja Otak Hingga Gangguan Ginjal, Ini 4 Bahaya Dehidrasi Pada Anak

Tak hanya mempengaruhi kebugaran fisik, ternyata dehidrasi juga dapat mempengaruhi kinerja otak. Mengapa demikian? Kurangnya cairan terutama air mineral dapat mempengaruhi seberapa banyak suplai oksigen yang didapatkan oleh tubuh. Kurangnya oksigen pada tubuh dapat memperlambat sistem peredaran darah pada otak maupun pada tubuh secara keseluruhan. Akibatnya, anak menjadi mudah lupa, kurang fokus dan sulit menerima pelajaran. Jangan sampai diabaikan ya, Moms.

baca juga

3. Kejang-kejang

Turunkan Kinerja Otak Hingga Gangguan Ginjal, Ini 4 Bahaya Dehidrasi Pada Anak

Pada beberapa kasus, dehidrasi pada bayi dan anak dapat menyebabkan kejang-kejang. Hal ini disebabkan oleh tidak seimbangnya kadar elektrolit pada tubuh yang membuat otot berkontraksi sehingga seseorang dapat mengalami kejang-kejang bahkan kehilangan kesadaran. Biasanya efek ini akan timbul pada mereka yang sudah mengalami dehidrasi tingkat berat.

4. Gangguan Ginjal

Turunkan Kinerja Otak Hingga Gangguan Ginjal, Ini 4 Bahaya Dehidrasi Pada Anak

Dehidrasi pada anak yang terjadi secara berulang dapat berakibat fatal bagi kesehatan ginjal. Kinerja ginjal akan semakin baik jika kebutuhan cairan terutama air mineral tercukupi yang ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang cukup sering. Kurangnya cairan dapat memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras, jika terjadi secara terus menerus dan bekerpanjangan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan batu ginjal, infeksi saluran kemih, sampai gagal ginjal.

Nah itulah beberapa bahaya dehidrasi pada anak. Tak hanya memperhatikan kebutuhan gizi harian, mencukupi kebutuhan cairan terutama air mineral juga sama pentingnya. Yuk mulai terapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi 8 gelas air mineral setiap harinya!