Apa yang Terjadi Saat Air Ketuban Pecah?

Selama kehamilan, bayi dalam kandungan dikelilingi dan dilindungi oleh kantung membran berisi cairan yang disebut air ketuban. Biasanya, pada awal masa persalinan, kantung ketuban ini akan pecah. Itu sebabnya pecahnya air ketuban identik dengan mendekatnya waktu melahirkan. Namun, pada beberapa kasus, air ketuban juga bisa pecah sebelum masa persalinan tiba. Kondisi ini disebut sebagai prelabor rupture of membranees (PROM) atau yang juga dikenal sebagai pecah ketuban dini.

Serba-serbi Pecah Ketuban Tanda Melahirkan, Jangan Panik Ya, Moms
source: https://www.medicalnewstoday.com/


Bagaimana Cara Memastikan Bahwa Ketuban Sudah Pecah? 

Dilansir dari MayoClinic, tidak mudah untuk mengetahui apakah air ketuban pecah. Pasalnya, di beberapa kasus, para ibu menghadapi kesulitan untuk membedakan antara cairan ketuban dan air seni, khususnya jika Mommy hanya mengalami perasaan basah atau tetesan cairan. Jika Mommy tidak yakin apakah sensasi basah itu datang dari ketuban yang pecah atau air seni, segera hubungi penyedia layanan kesehatan atau segera mendatangi tempat persalinan.

Serba-serbi Pecah Ketuban Tanda Melahirkan, Jangan Panik Ya, Moms
source: https://www.womenfitness.net/

Dokter atau anggota tim perawatan kesehatanmu akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah itu merupakan air ketuban yang pecah. Dalam beberapa kasus, USG mungkin akan dilakukan untuk memeriksa volume cairan ketuban yang ada. Kondisi ibu dan bayi akan dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

baca juga


Setelah Air Ketuban Pecah, Kapan Persalinan akan Terjadi?

Biasanya, setelah air ketuban pecah, persalinan akan segera terjadi di mana kontraksi perlahan mulai terasa. Namun, pada beberapa kasus terkadang persalinan tidak dimulai meskipun air ketuban sudah pecah. Jika Mommy mengalami prelaborasi pecah ketuban, dokter biasanya akan segera merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami dimulai dengan sendirinya (induksi persalinan). Ini penting untuk dilakukan, sebab semakin lama kontraksi dimulai setelah air ketuban pecah, semakin besar risiko untuk ibu atau bayi terserang infeksi.

Serba-serbi Pecah Ketuban Tanda Melahirkan, Jangan Panik Ya, Moms
source: https://www.insider.com/


Apa Risiko Pecah Ketuban Dini?

Jika air ketuban pecah sebelum kandungan berusia 37 minggu, itu berarti Mommy mengalami pecah ketuban sebelum persalinan (preterm PROM). Faktor yang dapat mempengaruhinya antara lain:

  • Riwayat prelaborasi pecah ketuban pada kehamilan sebelumnya
  • Peradangan selaput janin (infeksi intra-amniotik)
  • Pendarahan vagina selama trimester kedua dan ketiga
  • Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan
  • Kurang berat badan dengan gizi buruk
  • Panjang serviks yang pendek

Jika ini terjadi, ada beberapa komplikasi potensial, seperti infeksi ibu atau janin, solusio plasenta (saat plasenta terlepas dari dinding bagian dalam rahim sebelum persalinan), serta masalah tali pusat. Bayi juga berisiko mengalami komplikasi akibat kelahiran prematur.

Serba-serbi Pecah Ketuban Tanda Melahirkan, Jangan Panik Ya, Moms
source: https://discover.dc.nihr.ac.uk/

Jika Mommy mengalami PROM prematur dengan usia kehamilan setidaknya 34 minggu, tindakan persalinan mungkin akan disarankan untuk menghindari infeksi. Namun, jika tidak ada tanda-tanda infeksi atau masalah kesehatan janin, kehamilan dapat dilanjutkan dengan pemantauan dokter.