Dana darurat saat akan resign dari pekerjaan

Dilansir dari laman Haibunda, menurut financial planner, Prita Ghozie, ia mengalami hal yang sama waktu melahirkan anak kedua. Saat anak kedua ia leaving on absence.

"Pertama harus membuat bujet ulang, mau tambah anak memang akan bertambah 20 persen. Memang sudah begitu, kalau sekarang pengeluarannya let's say Rp10 juta maka nanti akan jadi Rp12 juta. Bagaimana supaya balik jadi 10? Berarti bagian orang tua harus berubah, karena porsi anak enggak bisa diapa-apain," kata Prita di acara Peluncuran Buku MoneySmart Parent, di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

Mau Resign Kerja? Jangan Lupa Persiapkan Dana Darurat Berikut Ini, Moms!
source: https://www.bukalapak.com/amp/review/finance/tips-aman-investasi-reksa-dana-dan-investasi-emas-ala-prita-ghozie-103849

Mungkin sebagian dari Moms berasumsi anak kedua bisa memakai baju lungsuran kakaknya. Nyatanya, kata Prita misalnya tadi bertambah Rp2 juta itu di luar pengeluaran untuk baju dan perlengkapan lainnya. Pengeluaran-pengeluaran seperti diapers atau imunisasi juga tak bisa disamakan.

"Sebelum resign, enggak cuma yang melahirkan, yang berpikiran akan pindah dari job yang mendapatkan fixed income dengan tidak, Anda harus bikin dana darurat minimal enam kali pengeluaran rutin bulanan, itu minimal," tambah Prita.

Mau Resign Kerja? Jangan Lupa Persiapkan Dana Darurat Berikut Ini, Moms!
source: https://m.kumparan.com/amp/@kumparanbisnis/mau-resign-siapkan-dulu-dana-darurat-1rxk723Q2ZB

Selain itu, sebelum resign kita harus sanggup menghemat setengah dari biaya hidup saat ini. Perlu diingat yang enam kali jumlah pengeluaran itu di luar pokok.

"Kalau bapak atau ibu mau resign ini enam kali pengeluaran itu harus dikeluarkan, dicairkan. Kalau orang mau resign itu enggak cuma kehilangan gaji, ada THR, ada bonus, ada BPJS, ada DPLK mungkin, berbagai benefit lainnya. Banyak sekali masyarakat yang tidak memikirkan ini, enggak bisa kepikiran bulan depan mau resign, harus dipersiapkan," ujarnya.

baca juga

Menitipkan anak pada daycare atau bekerja dari rumah

Setelah penjabaran dari Prita Gozhie tadi, jika tabungan atau persiapan Moms belum mencukupi, lebih baik bersabar dahulu. Namun jika alasan utamanya adalah anak, Moms bisa memilih menitipkan anak pada daycare. Saat ini sudah banyak daycare dengan fasilitas dan pengasuh yang memadai, sehingga Moms tak perlu khawatir lagi untuk menitipkan anak Moms.

Mau Resign Kerja? Jangan Lupa Persiapkan Dana Darurat Berikut Ini, Moms!
source: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/insight-therapy/201710/nonparental-daycare-what-the-research-tells-us?amp

Namun pada prinsipnya penghasilan kita harus dua kali lipat dari biaya jaga anak. "Kalau sampai biaya jaga anak memakan 80 persen dari penghasilan, ya sudah lebih baik enggak usah kerja," kata Prita Ghozie yang juga CEO dari Zap Finance.

Pada kesempatan yang sama, ibu sekaligus presenter Nadya Mulia mengatakan moment ingin resign bagi seorang ibu itu memang benar adanya. Setiap ibu pasti ingin berdekatan setiap waktu dengan sang buah hati. Untuk itu, ia menuturkan bahwa Moms jika mau bisa tetap produktif, bisa jadi working at home mom.

"Coba bilang ke atasan, 'Bisa enggak saya harus kerja dari rumah?' Atau mungkin sudah coba profesi baru seperti jadi blogger, vlogger," kata Nadia Mulya.

Mau Resign Kerja? Jangan Lupa Persiapkan Dana Darurat Berikut Ini, Moms!
source: https://www.thetot.com/mama/the-pros-and-cons-of-being-a-work-at-home-mom/

Ada baiknya juga sebelum memutuskan untuk resign, Moms komunikasikan hal tersebut dengan Dads. Jika tabungan sudah mencukupi, setelah resign tak ada salahnya Moms menggunakannya sebagaian untuk membuka usaha dan menjalankan pekerjaan dari rumah.