Kisah Balita Memeluk Ibunya Selama 3 Hari

Kabar duka dari Makassar membuat hati teriris melihat balita yang menjumpai dan memeluk jasad ibunya. Ibu dari anak balita yang berinisial M ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Balita Berusia 2 tahun yang dikenal dengan nama Eva tersebut pun menjumpai detik-detik akhir kematian ibunya. 

Kisah Balita Memeluk Ibunya Selama 3 Hari

Ibu dan anak tersebut hanya tinggal berdua di kawasan Botonompo Makassar, Sulawesi Selatan. Karena tinggal berdua saja, maka jenazah M tidak diketahui dan bahkan hampir membusuk. Yang dikhawatirkan kini adalah kondisi psikis balita tersebut. Karena balita tersebut tentunya terngiang atas keberadaan ibunya. 

Kondisi Eva Pasca Ditemukan

Setelah ditemukan dalam keadaan menangis disamping jasad ibunya, Eva kini dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara, terkhusus berkaitan kondisi psikisnya. Kepala RS Bhayangkara, Kombes Polisi Dr Farid Amansyah yang dikonfirmasi mengatakan, secara umum, kondisi balita itu sehat. Dia tetap anak-anak yang aktif.

Kondisi Eva Pasca Ditemukan

Kini eva mendapatkan perawqtan yang tepat bersama psikiatri dan keluarganya, Sebagaiman disampaikan oleh pihak Rumah sakit. "Selain di bawah pengawasan dokter anak dan psikiatri RS Bhayangkara untuk trauma healing-nya pasca kejadian, juga ada bapaknya dan dua kakaknya yang menemani untuk mengobati traumanya," tambahnya kemudian.

baca juga

Trauma Pada Anak

Reaksi anak pada trauma dapat ditunjukkan secara langsung atau nanti. Dan tingkat keparahan antara anak satu dan lainnya juga berbeda-beda. Hal ini tergantung dengan kondisi mental anak-anak tersebut. Anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami trauma akan menunjukkan tanda seperti ketakutan, terus “menempel” pada orangtua, menangis atau berteriak, merengek atau gemetar, diam saja, dan menjadi takut akan gelap.

Trauma Pada Anak

Tips Mengatasi Trauma Pada Anak

Kehilangan orang yang paling dekat dengan kita tentu bukan hal yang mudah untuk dilalui. Apalagi jika seorang tersebut sangat lekat dalam kehidupan kita. Untuk orang dewasa, masa tersebut adalah masa-masa yang berat untuk dilalui agar kembali kuat. Begitupun dengan balita sebagaimana yang dialami oleh eva. Nah moms, berikut beberapa tips untuk mengatasi trauma yang dialami anak:

Tips Mengatasi Trauma Pada Anak
  • Orang tua dan keluarga memberikan perhatian khusus untuk anak. Ketika anak mengalami trauma, yang paling dibutuhkan dan dipercaya adalah keluarganya. Beri pelukan dan rasa aman ketika anak sedang mengalami trauma, hal ini bisa menjadikannya lebih tenang dan merasa aman.
  • Menjauhkan hal-hal yang berhubungan dengan penyebab trauma anak. Jauhkan anak dari tontonan yang membuatnya teringat atas apa yang menjadikan ketakutan dan kekhawatiran padanya. Hal ini mampu membuatnya lebih mudah untuk melupakan yang telah lalu dan mencoba menerimanya.
  • Pahami reaksi anak terhadap trauma. Ketika trauma, anak akan menunjukkan sikap yang berbeda-beda. Bagaimana moms memahami dan menerima reaksi anak dapat membantu mengatasi traumanya. Anak mungkin dapat bereaksi dengan cara sangat sedih dan marah, tidak dapat berbicara, dan mungkin ada yang berperilaku seolah-olah tidak pernah terjadi hal menyakitkan terhadap dirinya. Nah moms, mulailah untuk memberi anak pengertian bahwa perasaan sedih dan kecewa merupakan perasaan yang wajar mereka rasakan saat ini.
  • Berbicara pada anak. Dengarkan cerita anak dan berbicaralah yang baik terhadap anak. Beri jawaban yang jujur dan nyaman untuk didengar dan dipahami anak. Jika anak terus bertanya pertanyaan yang sama, artinya ia sedang kebingungan dan sedang mencoba untuk memahami apa yang terjadi. Maka moms tentu harus memberikan jawaban yang nyaman dan tidak membuatnya semakin takut.
  • Dukung anak dan beri ia rasa aman. Setiap trauma memiliki efek yang berbeda-beda. Namun yang sama adalah dukungan keluarga dan rasa amana pasti akan diutamakan oleh anak moms. Ia akan lebih mengugantungkan dirinya terhadap keluarga, maka yang perlu dilakukan dalah memberi rasa aman dan nyaman agar dia merasa lebih baik dari sebelumnya. 
Dengan dibawanya eva ke tempat yang nyaman, bersama ayah dan kakak-kakaknya, harapannya eva akan mendapatkan keadaan yang lebih baik untuk mengatasi traumanya.