Membedong bayi sudah menjadi hal yang umum di masyarakat kita. Tangan tegap layaknya tentara saat berbaris menjadi posisi bedong yang banyak dipraktikan. Apakah metode membedong tersebut baik? Kenapa bayi harus dibedong? Mungkin moms menjadi salah satu yang setuju bahwa membedong salah satunya agar bayi memiliki kaki lurus, atau mencegah kaki berbentuk o saat besar nanti. Sayangnya pengetahuan ini tak benar lho moms. Membedong pada dasarnya bukan untuk membentuk tubuh si bayi. Melainkan untuk menjaga bayi agar lebih hangat.

Dilansir dari laman haibunda, Dr.Reisa Broto Asmoro mengatakan agar membedong bayi tidak boleh terlalu kencang hingga membatasi gerakan si kecil.

"Membedong bayi cukup sewajarnya saja, tak perlu terlalu kencang" ujarnya.

Lebih lanjut Reisa menjelaskan bahwa saat membedong tak perlu meluruskan kaki bayi secara paksa. Karena hal tersebut dapat terjadi secara alami.

"Jangan sekali-sekali mencoba untuk meluruskan kaki bayi, cukup ditahan aja, kemudian kita ikat, meskipun dia sedang tertekuk, biarkan dia lurus dengan alami, kemudian kita ikat bagian bawahnya dan jangan terlalu kencang,"paparnya.

 

Bukan Untuk Meluruskan Kaki, Ini Manfaat dan Cara Tepat Membedong Bayi

Hal yang sama dikatakan oleh Danette Glassy, MD, FAAP, ketua The American Academy of Pediatrics Bagian Pendidikan Dini dan Perawatan Anak, bahwa membedong bertujuan agar bayi lebih nyaman dan tenang saat tidur. Hal ini pun dilakukan saat usia bayi masih di bawah 3 bulan. Ketika bayi semakin besar, dan bertambah usia moms wajib mempertimbangkan kembali untuk membedongnya. Hal ini bukan saja membatasi gerakannya, tapi juga menimbulkan resiko bagi bayi tersebut. Terlebih lagi saat si kecil mulai bisa berguling.

“Ketika anak itu lebih besar, di lingkungan yang baru, ia belajar untuk berguling, bedong menjadi lebih menantang dan berisiko," tuturnya.
 
Banyak alasan kenapa bayi dibedong. Balutan tersebut membuat si bayi tak terlalu bergerak ekstrim saat terkaget karena suara keras yang tiba-tiba terdengar. Sehingga bayi lebih tenang dan kualitas tidurnya lebih baik. 

Meski terdapat manfaat, membedong bayi bukan tanpa resiko. Berikut cara membedong bayi secara tepat:
 
1. Siapkan kain bedongan dan lipat kain bagian atas berbentuk segitiga
2. Letakkan bayi di bagian tengah kain
3. Lipat satu sisi bedong dan selipkan di bagian belakang tubuh bayi.
4. Lipat sisi bawah bedong ke arah atas, lipat supaya bedongan tidak menutupi wajah bayi
5. Tutupi tubuh bayi dengan sisi bedong yang lain, kemudian selipkan sisi bedong di belakang tubuh bayi.