1. Donor ASI Tidak dianjurkan memungut biaya.

Proses donor ASI sebaiknya tidak memungut biaya apapun. Seandainya pun memerlukan biaya, itu hanya untuk membayar harga botol dan kurir yang mengirimkannya. ASI tidak boleh dikomersialkan. Jika kamu bermaksud melakukan proses donor ASI, kamu dapat mengisi form melalui komunitas ASI (AIMI).
 

source: http://www.empowher.com/


 


2. Donor ASI Sebagai Solusi Sementara

Donor ASI bukanlah penanggulangan masalah yang dapat dilakukan secara permanen. Proses donor ASI perlu diawasi dengan pendampingan konselor menyusui untuk dapat mencari solusi kesulitan ASI ibu. Dengan begitu, diharapkan ibu dapat segera menyusui bayinya sebagaimana mestinya.
 

source: https://www.maternityglow.com/


 

baca juga


3. Bayi 6 Bulan Ke Bawah Lebih Diprioritaskan

Nah, sebagai penerima donor, bayi yang sudah mencapai usia lebih dari 6 bulan bukan lagi dianggap sebagai prioritas meskipun masih dapat menerima donor. Selain ASI, bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan dapat memenuhi nutrisinya melalui konsumsi makanan pengganti ASI (MP ASI).
 

source: http://motherhow.com/


 


4. Syarat Pendonor ASI

  • Tidak menerima donor darah ataupun dalam 12 bulan terakhir.
  • Tidak sedang dalam proses transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dalam periode 24 jam.
  • Bukan pengguna rutin obat-obatan seperti aspirin dan acetaminophen, atau pengobatan sistemik seperti pengguna kontrasepsi atau hormon.
  • Bukanlah seorang perokok.
  • Tidak memakai implan silikon pada payudara.
  • Bukan seorang vegetarian total yang tidak mengonsumsi suplementasi vitamin B12.
  • Tidak memiliki riwayat hepatitis, gangguan sistemik atau infeksi kronis (seperti: HIV, HTLV, sifilis, CMV – pada bayi prematur).
source: https://www.theatlantic.com/


 

baca juga


5. Hukum Donor ASI dalam Islam

Jika mengacu pada hukum Islam dalam al-Quran, istilah donor ASI memang belum disebutkan. Akan tetapi, sejak zaman dahulu, sudah ada mekanisme ibu susu seperti yang dipraktikkan oleh Halimah pada Nabi Muhammad bayi. Dalam Islam, hubungan ibu susu membuat si anak penerima ASI menjadi mahram dengan sang ibu dan juga anak-anak kandung dari ibu susunya. Karena itu, penerima ASI tidak diperbolehkan menikah dengan anak dari ibu susunya. Karena itu, penting untuk mengenal lebih lanjut tentang keluarga pendonor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.
 

source: https://hellosehat.com/


Nah, itulah beberapa fakta mengenai donor ASI yang perlu kamu tahu. Semoga bermanfaat, ya!