Mengapa Seorang Muslim Harus Mengerjakan Shalat Pada Waktunya?

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 78-79, yang artinya sebagai berikut; “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 78-79).

Uzur Shalat Karena Lupa Atau Tidur, Bagaimana Cara Mengerjakannya?

Berdasarkan uraian tersebut, ada tiga macam waktu shalat yang disebutkan, yaitu;

  1. Waktu setelah matahari tergelincir mengarah ke arah barat (arah matahari tenggelam) yang disebut juga dengan waktu “duluk”. Adapun maksudnya adalah shalat Zhuhur yang berada di awal waktu duluk dan shalat Ashar yang berada di akhir waktu duluk.
  2. Waktu gelap malam atau ‘ghasaqil lail’. Shalat yang dikerjakan di awal ghasaq adalah shalat Maghrib. Sedangkan, waktu di akhirnya adalah shalat Isya.
  3. Waktu ketiga adalah waktu fajar, atau disebut juga dengan “Qur-anal Fajri”. Yang dimaksud adalah shalat subuh. Disebut “Qur-anal Fajri” karena saat Shubuh adalah waktu yang disunnahkan untuk memperlama bacaan Al-Qur’an, sebab ketika itu disaksikan oleh Allah, malaikat malam, dan malaikat siang.
Uzur Shalat Karena Lupa Atau Tidur, Bagaimana Cara Mengerjakannya?

Caranya Mengerjakan Shalat Karena Uzur  Lupa Atau Tidur

Shalat-shalat yang ada pada ketiga waktu tersebut harus dikerjakan secara tepat waktu. Lalu, bagaimana bila mengalami uzur  lupa atau tidur? Cara menggerjakan shalatnya adalah sebagai berikut;

Qadha’ Shalatnya Setelah Waktunya
Pertama, bila moms mengalami uzur shalat karena lupa atau tidur, moms bisa mengerjakan shalat dengan meng-qadha’nya. Meng-qadha’ sholat maksudnya mengerjakan satu rakaat atau lebih shalat tersebut yang diqadha’ setelah waktunya, yaitu menunaikan yang wajib setelah waktu yang ditetapkan syariat. Qadha’ shalat ini ada dua keadaan, yaitu karena tertidur atau lupa dan karena meninggalkan shalat dengan sengaja.

Qadha’ Shalat Dengan Segera
Jika tidak shalat tepat waktu karena uzur, maka hendaknya shalat tersebut diqadha’ dengan segera. Jika pun diakhirkan juga dibolehkan, berarti qadha’nya tidak segera.

Qadha’ Shalat Dalam Keadaan Lupa Tidak Terkena Dosa
Qadha’ shalat di luar waktunya karena ada uzur tertidur atau lupa, tidaklah dikenakan dosa. Dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa “Sesungguhnya Allah menggugurkan dosa dari umatku ketika mereka keliru, lupa, atau dipaksa.” (HR. Ibnu Majah, no. 2045. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
baca juga
Uzur Shalat Karena Lupa Atau Tidur, Bagaimana Cara Mengerjakannya?

Shalat adalah ibadah yang penting, moms. Makanya, bila ada yang masih tidur, lebih-lebih lagi jika waktu shalat hampir habis disunnahkan untuk dibangunkan. Seperti firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
 
Serta, Hadist Rasulullah dalam HR. Muslim, no. 744 yang berbunyi, “Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa shalat malam, sedangkan Aisyah melintang di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika beliau sisa melakukan witir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan Aisyah. Akhirnya Aisyah berwitir.”.
 
Semoga apa yang disampaikan mengenai bagaimana cara mengerjakan sholat karena uzur lupa atau tidur ini dapat dimengerti ya, moms. Semoga bermanfaat.