Dilansir Detik, seorang balita bernama Agnes Artelita (3) harus meregang nyawa karena dianiaya oleh ayah tirinya Egy Age Anwar (36). Balita yang sehari-hari tinggal bersama neneknya di Desa Sumbersekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang ini tiga hari sebelum kematiannya dijemput orang tuanya untuk tinggal di Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kematian Agnes sempat menyimpan tanda tanya, Menurut Kapolsek Tajinan, AKP Hadi Puspito, keterangan awal Agnes ditemukan tak berdaya di bak kamar mandi. Korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Tega! Balita Di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri dan Sempat Dipanaskan Di Atas Kompor
source: https://news.okezone.com/
"Saat kejadian, ayah tirinya mengaku tengah mengasuh adik korban yang masih kecil. Karena meminta mandi, korban diminta untuk bisa melakukannya sendiri. Tetapi tak lama ayah tiri korban mendengar suara minta tolong, ketika didatangi korban sudah dalam kondisi tenggelam di bak mandi," tutur Hadi.
source: https://news.okezone.com/

Namun Polres Malang Kota yang menyelidiki kasus ini menemukan bahwa kematian korban bukanlah karena tenggelam seperti yang diaku ayah tirinya. Penyebab kematian korban adalah karena dianiaya, bukan tenggelam. Pembuktiannya adalah hasil autopsi.

Saat ini polisi sudah menetapkan Ery Age Anwar (36), ayah tiri Agnes. Ery tersulut emosi saat korban diketahui BAB di celana. Hingga tega menganiaya korban dan meninggal dunia. 

Masih dilansir Detik, AKBP Dony Alexander, Kapolres Malang Kota mengatakan bahwa dalam pengakuannya tersangka risih karena korban BAB di celana. Tersangka kemudian meminta korban untuk pergi ke kamar mandi, dan tak lama tersangka menyusul untuk mengguyurkan air ke tubuh korban.

Tega! Balita Di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri dan Sempat Dipanaskan Di Atas Kompor
source: https://news.detik.com/
"Tersangka mengaku kesal, korban BAB di celana. Hal itulah yang memicu, tersangka emosi dan menginjak punggung dan perut korban saat terjatuh di kamar mandi. Perlakuan itu, yang mengakibatkan adanya pendarahan pada bagian usus besar," Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander saat konferensi pers di Mapolres Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat (1/11/2019).
source: https://news.detik.com/

Namun tidak hanya mengguyurkan air, ternyata ketika di kamar mandi tersangka sempat menginjak korban dengan posisi tertelungkup pada bagian punggung sebanyak dua kali dan satu kali pada bagian perut. Hal inilah yang menyebabkan luka robek pada usus besar yang dialami korban. Dan luka dalam tersebutlah yang membuat nyawa korban tak tertolong. Untuk menutup alibinya, tersangka mengaku seolah-olah korban tenggelam di bak mandi saat mandi sendiri.

"Korban saat telungkup di lantai kamar mandi diinjak pada bagian punggung selama dua kali, dan kemudian diinjak satu kali ketika dibalikkan badannya. Itulah yang mengakibatkan ada pendarahan," tuturnya.

Dari keterangan tersangka, korban dikatakan sudah seringkali BAB sembarangan. Kondisi itulah, yang menyebabkan tersangka kesal dan memperlakukan korban tak sewajarnya. Sebelum meninggal, korban memang kerap mendapatkan perlakuan kasar selama tinggal bersama tersangka.

baca juga

Selain menginjak punggung dan perut korban, tersangka ternyata juga memanggang kaki kanan korban. Hal ini diketahui, karena keluarga curiga ketika memandikan jenazah korban. Ditemukan bekas luka bakar di bagian kaki kanannya. Temuan bekas luka itulah yang kemudian membuat keluarga melapor ke polisi.

Dari keterangan sementara ayah tiri korban, menurut AKBP Dony Alexander, Kaporesta Kota Malang, korban sempat mengeluh karena kedinginan. Pada saat itulah, berdalih untuk menghangatkan tubuh korban dihangatkan di atas kompor.

Tega! Balita Di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri dan Sempat Dipanaskan Di Atas Kompor
source: http://www.dakta.com/
"Keterangan awal, korban sempat menggigil kedinginan, karena itulah dihangatkan di atas kompor. Sempat juga diberi minyak angin untuk menghilangkan rasa dingin. Kepastiannya masih kita selidiki dan menunggu hasil final otopsi oleh dokter forensik rumah sakit," pungkas Dony.
source: http://www.dakta.com/

Akibat perbuatannya, kini tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara.