Setiap wanita pasti sudah tidak asing apalagi jijik dengan darah yang keluar dari vagina setiap bulan sesuai tanggal menstruasi. Menstruasi memang merupakan siklus normal yang mungkin bukan merupakan tabu lagi untuk dibicarakan. Darah menstruasi pun terlihat hampir sama dengan darah yang keluar setiap kali tubuh moms terluka. Tapi pernahkah moms tahu atau mendengar beragam mitos yang beredar seputar darah menstruasi? Ini beberapa fakta mengenai darah menstruasi yang ternyata cukup menarik.

Jumlah Darah Menstruasi Hanya Kurang dari Satu Gelas

Saat mens, moms pasti merasa kurang nyaman dalam melakukan aktivitas, apalagi di hari-hari pertama menstruasi. Moms akan merasa darah yang keluar begitu banyak karena seperti selalu mengucur tiap kali moms bergerak. Tapi ternyata darah yang keluar tiap menstruasi tidak sebanyak itu loh moms. Umumnya darah yang keluar hanya sejumlah 30-40 ml, atau tak lebih dari setengah gelas.

Jumlah Darah Menstruasi Hanya Kurang dari Satu Gelas
baca juga

Darah Menstruasi Tidak Akan Membuat Diserang Hiu

Moms pasti pernah mendengar mitos bahwa hiu akan menjadi lebih buas dan agresif saat mencium aroma darah. Hal ini tentu membuat perempuan menstruasi merasa khawatir saat ingin berenang di laut bebas. Tapi ternyata mitos ini sepenuhnya salah lho moms. Hiu menyerang manusia di saat merasa takut dan terancam. Hiu juga bukannya tertarik dengan darah, tapi mereka tertarik pada asam amino dalam darah. Dan asam amino yang terdapat di dalam darah manusia tidak akan cukup untuk menarik perhatian hiu, apalagi jika sudah larut dengan air.

Darah Menstruasi Tidak Akan Membuat Diserang Hiu

Darah Menstruasi Bukan Darah Kotor

Anggapan bahwa darah menstruasi merupakan darah kotor sudah menjadi kepercayaan turun temurun. Padahal sebenarnya, darah menstruasi tidak berbeda dengan darah yang keluar saat kulit atau tubuh moms terluka. Perbedaannya hanya, darah menstruasi mengandung sisa jaringan dari dinding rahim yang luruh setelah terjadi proses ovulasi.

baca juga

Bisa Keluar dalam Warna yang Berbeda

Dalam satu siklus menstruasi, darah yang keluar bisa saja memiliki warna yang berbeda-beda. Darah menstruasi normal bisa berwarna merah terang, merah gelap, atau merah muda. Warna merah terang menandakan bahwa darah tersebut adalah darah segar yang baru terkikis dari dinding rahim. Sementara warna merah gelap menandakan bahwa darah tersebut sudah tersimpan cukup lama dan telah teroksidasi. Dan warna merah muda pada darah menstruasi biasanya terjadi pada siklus menstruasi yang singkat atau darah menstruasi yang keluar sedang sedikit. 

Bisa Keluar dalam Warna yang Berbeda

Bisa Keluar dalam Tekstur yang Berbeda

Tak hanya warna yang berbeda, darah menstruasi juga bisa keluar dalam tekstur yang berbeda. Pada masa-masa awal menstruasi darah yang keluar biasanya bertekstur lebih kental, bahkan bisa berbentuk seperti gumpalan. Hal tersebut adalah hal normal, karena di masa ini antikoagulan atau zat pencegah pembekuan darah belum berfungsi secara optimal. Darah menstruasi akan berangsur-angsur menjadi lebih encer selama siklus menstruasi berjalan. 

Bisa Keluar dalam Tekstur yang Berbeda

Pernah Dianggap Sebagai Obat dari Berbagai Penyakit

Menurut sejarah darah menstruasi dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa, bahkan pernah dianggap sebagai obat penawar untuk segala macam penyakit, mulai dari epilepsi, wasir, gondok, kutil, hingga sakit kepala. Di abad pertengahan, orang-orang percaya bahwa sapu tangan yang digunakan oleh gadis perawan di saat menstruasi pertama adalah benda yang bisa menyembuhkan sebuah wabah penyakit.

Pernah Dianggap Sebagai Obat dari Berbagai Penyakit