Suara merdu Abidzar saat melantunkan ayat suci Al-quran

Potongan video Abidzar dalam acara Okay Boss yang dipandu Raffi Ahmad, Vicky Prasetyo dan Sahila ini menjadi viral di jagat sosial media. Pasalnya, saat Abidzar diminta untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-quran, terdengar suaranya yang sangat merdu. Bahkan Raffi mengatakan bahwa Abidzar sangat mirip dengan almarhum ayahnya.

Dilansir dari Haibunda, potongan video klip 30 detik itu juga membuat netizen terpukau atas aksi Abidzar dalam melantunkan ayat Al-quran dengan suara yang merdu.

youtube:ILzZfuxY95k
source: https://youtu.be/ILzZfuxY95k
Apakah ABIDZAR Akan Mengikuti Jejak Ayahanda? | OKAY BOS (27/08/19) Part 1
"Mantap. Enggak semua yang gaul enggak bisa ngaji. Ini buktinya. Semoga mengikuti jejak sang ayah suatu saat nanti, dakwah tanpa memaksa, bertutur lembut tanpa menggurui, dan tetap gaul," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
source: https://youtu.be/ILzZfuxY95k

Diketahui Abidzar yang kala itu masih berumur 10 tahun menjadi sorotan media karena sosoknya yang tegar semenjak ditinggalkan oleh ayahnya, almarhum Uje. Sejak kecil, Abidzar memang sudah memperlihatkan siara merdunya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-quran.

Kini Abidzar tumbuh menjadi pemuda yang menpesona. Sempat mengawali karirnya menjadi anggota boyband The Oncom's pada tahun 2013 silam, lalu kemudian ia merambah ke dunia akting dengan membintangi sinetron "Ada Cinta di SMA" tahun 2016. 

Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje!
source: https://banjarmasin.tribunnews.com/amp/2019/08/23/sesinetron-verrell-bramasta-putra-ustadz-jefri-al-buchori-umi-pipik-abidzar-al-ghifari-ungkap-ini

Semakin serius menjalani dunia keartisan, kini Abidzar ikut membintangi sebuah sinetron terbaru yang berjudul "Cinta Anak Muda". Pada sinetron ini, pria 17 tahun ini beradu akting dengan Verrel Bramastia.

baca juga

Abidzar memang memutuskan untuk serius menjadi artis setelah lulus SMA. Abidzar belum memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan memilih fokus ke karier terlebih dahulu.

Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje!
source: https://palembang.tribunnews.com/amp/2017/10/27/subhanallah-6-aktor-tanah-air-ini-tenyata-pandai-melantunkan-ayat-suci-al-quran-siapa-saja-mereka

"Iya aku fokus di karier dulu. Karena kesempatannya kan beda sama kuliah. Kalau kuliahkan sampai umur berapa bisalah maksudnya pendidikan masih bisa. Kalau ini kesempatan sekali belum tentu besok dapat gitu," ujar Abidzar.

Kondisi psikologis anak setelah ditinggal sang ayah

Ketika sedang melantunkan ayat suci Al-quran, pastinya Abidzar sering teringat mendiang sang ayah ya Moms. Karena bagi seorang anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya ketika masih kecil memiliki beberapa dampak psikologis tersendiri. 

Tekanan psikologis menjadi salah satu dampak terbesar akibat kematian orang tua. Tekanan psikologis bisa mulai dari perasaan sedih yang berlebihan hingga menimbulkan stres dan kecemasan. Bisa dibilang, ini merupakan fase pertama dan masih dianggap wajar.

Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje!
source: https://m.liputan6.com/showbiz/read/620430/terjun-ke-dunia-hiburan-anak-anak-uje-main-sinetron

Orang tua yang masih hidup dan keluarga memainkan peran yang sangat penting untuk membantu anak yang tengah menghadapi tekanan psikologis.

Menurut Victoria H. Raveia, seorang peneliti dari Coloumbia University of Publich Health mengungkap, keterbukaan komunikasi orang tua yang masih hidup sangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan yang dialami oleh anak-anak yang berduka. Berikan waktu agar si kecil bisa 'menikmati' rasa sedihnya itu. Bagaimanapun, ia baru saja kehilangan sosok penting dalam hidupnya.

baca juga

Sedih berkepanjangan

Dampak psikologis akibat kematian orang tua bisa terus berlanjut meski anak telah menyesuaikan diri serta mengurangi rasa sedihnya. Pada masa tertentu mereka bisa menjalani hari-hari mereka tanpa beban, namun jauh di lubuk hatinya mungkin masih selalu merasakan kehilangan, bahkan mengalami masalah dengan harga diri. 

Oleh karena itu, selain mengelola stres Moms sendiri akibat ditinggalkan orang tersayang, jangan lupa untuk memberikan dukungan dan temani anak agar ia bisa melewati masa-masa berdukanya dengan baik.

Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje!
source: https://www.boombastis.com/artis-hafal-al-quran/161677

Menjadi 'teman' yang selalu ada untuk sang anak

Perhatikan kemampuan anak untuk mengelola stresnya. Apakah ia membutuhkan bantuan?

Anak usia sekolah seharusnya sudah dapat mengungkapkan berbagai perasaan dan emosi, temasuk perasaan yang melandanya akibat ditinggalkan oleh salah satu orang tua atau orang terdekatnya.

Moms bisa menanyakan apakah ia merasa cemas? Atau rindu? Pastikan anak tidak menyalahkan dirinya atas kematian orang tersayang tersebut. Perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri membawa dampak psikologis yang lebih serius dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. 

Moms juga bisa mengatakan perasaan Moms. Misalnya bagaimana Moms juga merasa kehilangan. Dengan begitu, anak akan merasa punya teman dan percaya kalau ia bisa melalui masa-masa sulit ini bersama Moms.