Dilansir Insertlive, Pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi arena balap motor Asia Talent Cup di Sepang International Circuit, Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11).

Kecelakaan terjadi saat pembalap 20 tahun itu mengalami crash, motor yang ia tunggangi menabrak motor pembalap lainnya. Afridza mengalami kecelakaan saat melakoni Race 1 Asia Talent Cup 2019. Ia terlibat insiden di tikungan 10 pada putaran pertama. Saat itu, Afridza sedang berada di urutan keenam.

Bahaya Benturan Di Kepala yang Jadi Penyebab Afridza Munandar Meninggal di Sepang
source: https://www.liputan6.com/

Usai melewati sebuah tikungan, motor yang ditunggangi Afridza menabrak bagian belakang motor pebalap asal Jepang, Shinji Ogu, yang berada di depannya. Afridza pun terjatuh. Tak lama kemudian balapan langsung dihentikan. 

Usai kecelakaan, pebalap didikan Honda itu langsung mendapatkan perawatan di tepi lintasan. Saat ditandu, masih tampak Afridza masih bisa mengangkat tangannya.

Setelah itu, Afridza diterbangkan dengan helikopter ke Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, nyawa Afridza tak tertolong meski tim medis sudah mengupayakan yang terbaik. 

Seperti diberitakan CNN Indonesia melalui Detik, Afridza mengalami benturan keras pada bagian kepala di sisi sebelah kiri.

Efek Benturan Keras Pada Kepala

Dikutip dari situs Mayfield Brain & Spine, benturan keras ternyata salah satu risiko terjadinya Traumatic Brain Injury (TBI). Selain kecelakaan motor, benturan keras juga bisa terjadi akibat jatuh, cedera olahraga, atau penyerangan pada pihak tertentu.

Data U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, TBI adalah penyebab utama terjadinya kematian dan kecacatan di Amerika. Cedera otak juga bisa mempengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, sensasi, emosi, dan bergerak.

Meski jadi penyebab utama, TBI tidak selalu berujung kematian. Pada kasus TBI ringan, pasien biasanya perlu istirahat dan obat-obatan untuk pulih. Namun pada TBI parah, korban perlu operasi dan perawatan intensif untuk menyelamatkan hidupnya.

Efek Benturan Keras Pada Kepala
source: https://www.wartatasik.com/

Ada beberapa tingkat TBI tergantung keparahannya. Diantaranya adalah:

  • Ringan (mild), Kondisi ini ditandai korban yang masih sadar dengan mata terbuka. Korban biasanya mengalami kebingungan, disorientasi, kehilangan memori, pusing, dan kesadaran yang hilang timbul.
  • Sedang (moderate), Di tingkat ini, korban biasanya terlihat sangat lemas dan mata terbuka jika ada rangsangan. Kehilangan kesadaran berlangsung 20 menit hingga 6 jam. Otak mengalami pembengkakan dan perdarahan yang mengakibatkan ngantuk, tapi masih sanggup membuka mata.
  • Berat (severe), Dalam tahap ini, korban tidak sadar dengan mata yang tertutup meski mendapat rangsangan. Kehilangan kesadaran berlangsung hingga lebih dari 6 jam.
Ngeri juga ya Moms ketika kita mengalami benturan keras di kepala. Untuk itu Mommyasia turut berduka cita atas meninggalnya Afridza Munandar. Semoga keluarga dari Afridza selalu diberi ketabahan dan kelapangan hati. Selamat jalan, Afridza.