Dikutip dari Haibunda, Dr.Andrea Greiner, dokter spesialis ibu dan anak di Rumah Sakit dan Klinik Universitas Iowa, tidak wajib melakukan serangkaian tes untuk mengetahui kondisi janin secara lebih detail. Namun, Ia berpendapat bahwa pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Cacat Pada Janin Dapat Terdeteksi Saat Hamil, Ini 3 Tandanya, Moms
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSLbBc4Y8R-KZbyOgu1uvV1AN5sHa5lbnO4lTxHj_xWUlWaaGNp

"Setiap wanita ingin percaya bahwa kehamilannya normal dan tidak rumit. Jika seorang ibu hamil memilih untuk melakukan skrining genetik, ada kemungkinan bahwa hasilnya bisa abnormal, sehingga penting untuk memikirkan bagaimana informasi ini dapat memengaruhinya," ujar Greiner.

Menurut Greiner, melakukan skrining genetik saat hamil merupakan pilihan orangtua. Hal yang ditakutkan saat memilih untuk melakukan skrining genetik yaitu jika ada sesuatu yang tidak diharapkan terjadi pada janin, maka akan menimbulkan kecemasan yang menyebabkan emosi. Selain itu, hasil dari skrining genetik tidak 100% benar atau dapat memberikan hasil palsu.

Cacat Pada Janin Dapat Terdeteksi Saat Hamil, Ini 3 Tandanya, Moms
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQhzkoHFn3EVm-RTgCZ07ICDE-pizvOmCFHzXhh43oWt4qwYJmq
baca juga

Sebagai antisipasi ibu hamil, berikut ini merupakan 3 tanda cacat janin yang dapat terdekteksi saat hamil:

Kadar Protein Ibu Hamil Terlalu Tinggi atau Rendah

Skrining darah pada ibu hamil biasanya dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Namun, hasil skrining darah tersebut hanya dapat memeriksa kelainan dan tidak untuk mendiagnosis adanya suatu kelainan. Untuk mengetahui lebih lanjut, butuh rangkaian tes lainnya.  

Pemeriksaan darah lebih lanjut ini akan mengukur dua protein, yaitu human chorionic gonadotropin (hCG) dan pregnancy associated plasma protein A (PAPP-A). Kelainan atau cacat pada janin dapat terdeteksi jika tingkat protein ini lebih rendah atau lebih tinggi dari seharusnya.

baca juga

Peningkatan Cairan Dibalik Leher Bayi

Saat USG dilakukan pada trimester pertama kehamilan, jika air ketuban di belakang leher bayi terlihat kelebihan, biasanya hal tersebut menunjukkan adanya prediksi kelainan gangguan kromosom atau kelainan jantung pada bayi.

Ukuran Bayi

Pada USG trimseter kedua disebut skrining anatomi. Saat ini dilakukan pengecekan pada anatomi bayi dan masalah pada organ tubuh bayi. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan ukuran bayi, apakah ukuran kepala dan badan sesuai, lebih kecil atau bahkan lebih besar. Hal ini dapat menunjukkan jika ada kelainan pada bayi.

Demikian 3 tanda cacat pada bayi yang dapat terdeteksi saat hamil. Semoga bermanfaat Moms!