1. Jarang Mengajak Anak Bicara

Saking sibuknya, banyak orangtua yang tidak bisa menemani keseharian anak-anaknya. Padahal, kehadiran orangtua sangat penting karena berperan dalam merangsang tumbuh-kembang anak lho, Moms. Absennya orangtua dalam mengasuh anak, membuat anak jadi jarang berkomunikasi dengan ayah dan ibunya. Karena jarang berbicara, maka tak heran kalau anak jadi terlambat bicara, karena memang kurang dilatih sejak kecil. 
 
source: https://www.sunshinecoastdaily.com.au


 

baca juga

2. Bicara Cadel dengan Anak

Saat balita, anak-anak umumnya belum memiliki kemampuan berbicara yang sempurna. Kamu akan mendengar tutur kata anak yang tak jelas atau banyak orang mengistilahkannya sebagai cadel. Parahnya tidak sedikit orangtua yang mengikuti cara bicara anak ini. Padahal, berbicara cadel kepada anak membuat kemampuan berbahasanya terhambat lho. Alhasil, kebiasaan cadel saat berbicara ini terbawa hingga beranjak dewasa, sehingga anak mengalami keterlambatan berbicara dengan pelafalan yang benar. 

 

source: http://www.somersetyoungparents.org.uk


 

3. Hobi Main Gadget dan Menonton TV Sejak Bayi

Hmm, banyak orangtua yang belum sadar kalau penyebab anak terlambat bicara selanjutnya adalah karena terlalu sering diberikan gadget dan menonton televisi. Bahkan ada orangtua yang sudah mengenalkan gadget meski anaknya masih bayi. Alasannya, karena untuk menenangkan Si Bayi yang sedang rewel. Sebenarnya paparan gadget dan televisi tidak baik untuk perkembangan bahasa anak, Moms. Media ini hanya membuat anak berkomunikasi satu arah saja, sehingga tidak mendukung kemampuan bicaranya secara efektif.
 

source: http://www.dailymail.co.uk


 

baca juga

4. Mencampur Adukkan Dua Bahasa atau Lebih

Ya, tak dipungkiri kalau semua orangtua ingin anaknya bisa menguasai banyak bahasa. Karena itu, anak-anak sudah diajarkan lebih dari satu bahasa sejak kecil. Sebenarnya hal ini tidak salah, Moms. Yang salah adalah apabila kamu berkomunikasi dengan anak dengan mencampuradukkan dua bahasa sekaligus. Misalnya, "Kakak happy? Ayo, bawa dollnya pulang!" Hmm..., mencampur adukkan dua bahasa ini akan membuat anak bingung. 
Kalau memang ingin melatih kemampuan bahasa anak maka lakukan secara konsisten. Kalau bahasa Indonesia ya ajak mengobrol dengan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris ya semuanya harus dalam bahasa Inggris. 
 

source: http://www.activetalk.com.my