Seperti dilansir Detik, postingan di twitter dr Gia Pratama mengenai usus besar yang penuh dengan gas viral di media sosial. Dalam postingan tersebut tertera gambar usus yang tampak besar dan bengkak. 

Penampakan Usus Bengkak Karena Penuh Gas Viral, Ini Bahayanya Menahan Kentut!

Menanggapi postingan tersebut, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), ikut memberikan komentar. Menurutnya, usus memang seperti kantong, bisa ada udara.

dr.Ari mengatakan, pada beberapa pasien yang memiliki masalah usus seperti volvulus, bisa tampak seperti di gambar. Namun, ia menyampaikan kalau sudah dioperasi angin tersebut akan keluar.

Dia menambahkan, perlu ditekankan agar tidak misinterpretasi bahwa kondisi volvulus yang menyebabkan susah buang angin alias kentut. Bukan menahan kentut lalu memunculkan kondisi volvulus.

"Jadi sebenarnya pesannya adalah sebaiknya jangan menahan kentut. Kalau mau kentut ya silahkan kentut. Nah, tapi kalau tidak bisa kentut ya ini yang harus diperiksakan kenapa gak bisa kentut. Bisa jadi ada sumbatan karena volvulus atau ada pelengketan," pungkasnya.

baca juga

Bahaya Menahan Kentut

Buang angin sembarangan memang dianggap tidak sopan, Namun, menahan kentut dapat menyebabkan panas perut, kembung, dan gangguan pencernaan. Tekanan usus dapat menyebabkan gas terperangkap, serta memiliki kemungkinan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah. 

Dilansir dari Klikdokter, menurut seorang gastroenterologist, Dr. Michael Levitt, normalnya, seseorang dapat kentut hingga 10–20 kali dalam sehari. Jumlah kentut yang terjadi lebih dari itu dapat menjadi pertanda adanya penyakit sindrom iritasi usus, maag, intoleransi gluten, intoleransi laktosa, sembelit, atau kanker.

Bahaya Menahan Kentut
source: https://contributorsreview.wordpress.com/

Berikut ini bahaya jika Moms sering menahan kentut:

  • Perut Kembung, kentut merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas yang menumpuk di usus. Jika Moms sering menahan kentut, bukan tak mungkin Moms akan mengalami keluhan perut kembung. Dan salah satu komplikasi dari keadaan ini adalah penurunan nafsu makan.
  • Keracunan Gas, salah satu unsur pada kentut adalah metana, dan jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh, unsur metana yang terus-menerus bertambah dapat berubah menjadi racun. Jadi sering menahan kentut kerap dikaitkan dengan kejadian keracunan.
  • Wasir, saat Moms menahan kentut, otot anus akan menegang dan pembuluh darah akan melebar. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, wasir tak bisa lagi dihindari. Moms tentu nggak mau dong terkena wasir.
  •  Infeksi divertikulosis, sering menahan kentut membuat usus tertekan oleh sejumlah gas yang terperangkap. Pada kasus tertentu, tekanan ini dapat memicu timbulnya kantung pada dinding usus yang disebut divertikula. Kantung-kantung ini dapat terkena infeksi kuman dan menyebabkan divertikulosis. Divertikulosis sering terjadi tanpa gejala yang spesifik.
  • Peritonitis, Penyakit ini disebabkan akibat adanya peradangan pada jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut (peritoneum). Peritonitis merupakan salah satu komplikasi yang terjadi akibat infeksi divertikulosis kronis. Peritonitis merupakan kondisi gawat darurat, yang membutuhkan pertolongan medis segera. Ini karena peritonitis yang dibiarkan dapat mengancam nyawa penderitanya.
Wah, ternyata bahaya sekali ya kalau sering menahan kentut. Setelah mengetahui bahayanya, apakah Moms masih mau menahan kentut? Jika ingin buang angin namun sedang berada di tempat umum, sebaiknya Moms menjauh dari keramaian dan melepas angin dalam perut agar tidak menjadi penyakit. Semoga informasi ini bermanfaat, Moms.