Keamanan Obat Sakit Kepala Bagi Ibu Hamil

Selama masa kehamilan sakit kepala bisa datang kapan saja. Sakit kepala biasanya kerap kali dialami ibu hamil pada masa kehamilan trimester pertama dan ketiga. Menurut American Pregnancy yang dilansir dari Haibunda, pada trimester pertama kehamilan, tubuh ibu hamil mengalami lonjakan hormon dan peningkatan volume darah. Dua perubahan inilah yang dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami ibu hamil, dan tentunya kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Sedangkan sakit kepala pada trimester ketiga masa kehamilan, cenderung dikarenakan adanya perubahan postur tubuh yang semakin signifikan, ketegangan akibat bertambahnya beban fisik, serta meningkatnya tekanan darah pada ibu hamil.
 
Demi keamanan dan keselamatan janin, sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan ya moms. Tapi menurut dr.Achmad Mediana, Sp.OG, spesialis kandungan yang di RS Gandaria, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa .jika ibu hamil mengalami sakit kepala tak tertahankan, ia bisa minum satu tablet panadol biru. Selain itu, obat paracetamol juga diperbolehkan dikonsumsi ibu hamil untuk mengatasi sakit kepala.

Sering Sakit Kepala Saat Hamil, Bolehkan Minum Obat?

Jenis obat-obatan yang harus dihindari oleh ibu hamil

Aspirin
Aspirin merupakan jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan rasa nyeri, seperti sakit gigi, sakit kepala, dan demam. Aspirin ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, karena menurut healthinsurancequotes.org, aspirin berisiko menimbulkan berbagai masalah pada janin. Salah satunya berisiko membuat aliran darah bayi mengalir ke uterus yang dapat memengaruhi perkembangannya dan meningkatkan risiko masalah paru-paru pada bayi.
 
Ibuprofen
Ibuprofen adalah jenis obat untuk penghilang rasa nyeri, deman, dan peradangan. Namun obat ini harus dihindari oleh ibu hamil moms, karena menurut Kelly Kasper, MD., OBGYN dan associate professor klinis di Indiana University School of Medicine, mengonsumsi Ibuprofen, terutama memasuki usia 30 minggu, dapat mengakibatkan kerusakan pada jantung bayi.

Naproxen
Naproxen adalah obat yang juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit misalnya sakit kepala, nyeri otot, tendonitis, sakit gigi, dan kram menstruasi. Obat ini dapat berisiko menurunkan aliran darah ke janin secara signifikan.

Obat jerawat
Obat jerawat mengandung isotretinoin yang dapat menghambat perkembangan bayi, sehingga bayi beresiko mengalami kecacatan.

Ribavirin
Ribavirin merupakan jenis antivirus yang digunakan dalam kombinasi dengan interferon untuk mengobati hepatitis C berkelanjutan. Sebelum memulai program hamil, ibu disarankan berhenti mengonsumsi obat ini selama minimal enam bulan.

Obat anti jamur
Jika ibu hamil mengonsumsi obat antijamur flukonazol, yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi, dapat meningkatkan risiko kelahiran secara mendadak.

Obat anti-depresi
Obat untuk mengurangi kecemasan seperti Lexapro dapat menyebabkan cacat jantung, dan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Antibiotik
Obat ini tidak boleh digunakan secara bebas, terlebih pada ibu hamil yang memasuki usia kandungan 15 minggu.

Antihistamin
Antihistamin yang biasa digunakan untuk mengatasi alergi, dilarang untuk ibu hamil karena berisiko menyebabkan kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah, masalah pernapasan, infeksi, dan perkembangan janin.
 
Sebelum mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungannya demi keamanan dan kesehatan ibu dan janin.