Dilansir Detik, artis Ariel Tatum mengaku sudah dari dulu di-bully. Bahkan dari ketika dia masih sekolah hingga kini telah jadi artis, omongan negatif selalu menderanya. Dalam talkshow 'Call Me Mel', Ariel menceritakan, dia pernah dikatai mirip dengan sapi.

Bukan Sakit Hati Karena Dibully, Ini Alasan Ariel Tatum Tutup Kolom Komentar
source: https://www.instagram.com/arieltatum/
"Masih juga sampai sekarang pun (di-bully). Kayak awal tahun lalu aku rilis single yang aku produserin sendiri, terus aku direct videonya sendiri, tapi tetap ada yang hujat katanya kayak sapi," ujarnya dalam talkshow 'Call Me Mel'.
source: https://www.instagram.com/arieltatum/

Meski dikatai mirip sapi, namun Ariel tidak lantas sakit hati dan marah. Dia mengaku saat awal tahun lalu memang tubuhnya sangat berisi. Dia pun mengklarifikasi sebab sempat menutup kolom komentarnya bukan karena sakit hati. Namun menurut Ariel, dia hanya mengurangi dosa para netizen.

"Terus aku juga tutup kolom komentar karena sakit karena bully, nggak juga sih. Sekali lagi aku klarifikasi, aku tutup kolom komentar biar ngurang-ngurangin dosa mereka saja biar nggak balas-balasan gitu lo, bukan karena sakit hati," katanya.

Ariel pun mengambil pelajaran berharga dari tindakan bullying yang diterimanya. Dia juga mengaku sudah ikhlas dibilang seperti apa pun oleh netizen.

"Pada saat SMP sih nggak depresi, karena itu ya cuma lebih ke gue harus ngapain sih coba ini coba itu kayak mencoba terus untuk pembuktian diri, tapi it's time goes by aku sadar pada saat SMA. Aku sadar, aku cuma punya tangan dua, aku nggak bisa nutupin semua mulut orang Indonesia. Aku pakai buat tutup kupingku sendiri. Jadi ya sudah lillahi taala saja orang mau ngomong apa," pungkasnya.

Bukan Sakit Hati Karena Dibully, Ini Alasan Ariel Tatum Tutup Kolom Komentar
source: https://www.instagram.com/arieltatum/
baca juga

Tips Menghindari Bullying Di Media Sosial

Ada beberapa jenis bullying, bullying verbal hingga bullying fisik yang dialami berbagai kalangan. Dilansir Tirto, Pendiri PurpleCode, Dyhta Caturani mengatakan, perempuan lebih rentan mengalami bullying di media sosial. Mereka kerap direndahkan dengan disertai atribut seksual atau referensi lain dengan tujuan menghina.

Dyhta Caturani juga menambahkan hingga kini kekerasan di internet terhadap perempuan masih belum diperhatikan. Beberapa menganggap kekerasan verbal atau tulisan daring(online) sebagai candaan atau sesuatu yang dianggap wajar. Padahal menurut Dyhta, kekerasan tersebut tidak sekedar kekerasan online atau kekerasan dunia maya atau cyber, melainkan merupakan perpanjangan dari kekerasan yang sudah ada.

Tips Menghindari Bullying Di Media Sosial
source: https://www.liputan6.com/

Lalu bagaimana agar tehindar dari bullying di media sosial? Ini beberapa tipsnya, Moms.

  • Postinglah foto-foto yang normal.
  • Kunci pesan dari orang-orang yang tidak dikenal di media sosial.
  • Teliti lagi sebelum memosting sesuatu di media sosial, baik teks maupun foto. Terlebih saat mengemukakan opini pribadi terkait isu-isu yang sensitif.
  • Melibatkan diri dalam komunitas. Di sini Moms bisa sharing untuk mencegah terjadinya bullying.
  • Batasi teman yang bisa menambah Anda dalam media sosial.
  • "Googling" sendiri diri Mommies. Dengan menggoogling nama diri sendiri, Moms bisa melihat postingan di media sosial mana yang berpotensi menjadi bahan bullying. Dengan demikian Moms bisa melakukan tindakan cepat untuk menghapusnya.
Nah Moms, jika tidak ingin terkena bullying di media sosial, sebaiknya Moms mengikuti tips di atas, ya. Semoga informasi ini bermanfaat.