Berburu kuliner saat berwisata menjadi agenda yang tak boleh terlewatkan ya, moms. Jika Anda sedang mengunjungi daerah Kudus, Jawa Tengah, tak ada salahnya mencicipi makanan khas Kudus yang bernama nasi jangkrik. Dilansir dari DetikFood, Menu sarapan yang dipercaya menjadi hidangan favorit Sunan Kudus ini bisa moms cicipi di bilangan jalan Sunan Kudus atau di sekitar area parkir motor Menara Kudus.

Mungkin dari namanya moms akan membayangan menu ini terdiri dari nasi dan jangkrik. Namun dugaan tersebut salah besar moms. Menu nasi jangkrik berupa nasi putih yang dihidangkan dengan potongan daging kerbau dan tahu. Tak lupa pula siraman kuah santan gurih dan pedas. Ciri khas dalam penyajian menu ini adalah penggunaan daun jati sebagai alasnya. Diletakkan di atas piring rotan, jadi hidangan tak akan tumpah moms.

Dalam penyajiannya terlihat mudah, namun tidak pada pengolahannya. Terutama mengolah daging kerbau yang menjadi daging khas nasi jangkrik. Daging kerbau dipotong dadu dan direbus hingga empuk.

Setelah itu agar daging terasa labih lezat, dimasak kembali dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang puti,cabai,kemiri,kencur dan lengkuas. Lalu ditambahkan santan serta masak hinnga bumbu meresap atau selama tiga jam. Selanjutnya tambahkan tahu dan kol yang telah dipotong-potong. Wah dari paparannya sudah terbayang kan moms betapa lezatnya kuliner ini. Belum lagi wangi daun jati yang tercium pada nasi panasnya.

Kenalan Sama Nasi Jangkrik, Menu Nasi Favorit Sunan Kudus yang Nikmat dan Gurih

Sementara itu, untuk nama jangkrik nyatanya terdepat kisah hingga kata jangkrik menjadi sebutan menu ini. Berdasarkan cerita dari pemilik warung kuliner nasi jangkrik, Fauzus Said, nama hidangan nasi jangkrik sudah ada sejak zaman dahulu. Nama tersebut bermula saat Istri Sunan Kudus memasak sebuah hidangan yang disuguhkan kepada para tamu saat berkumpul di Tajug Menara Kudus. Menurut Said kata jangkrik terlontar dari salah satu tamu ketika memuji suguhan tersebut. Jadilah menu tersebut diberi nama nasi jangkrik hingga saat ini.

"Di saat menyantap menu, ada yang menyeletuk kata 'jangkrik, masakan opo iki, kok enake pol'. " tutur Said , ketika menceritakan sejarah yang ia ketahui.

Lebih jauh Pria berusia 38 tahun tersebut mengungkapkan kata jangkrik memang digunakan dalam  pergaulan sehari-hari. Terutama oleh masyarakat di daerah Jawa bagian timur. Biasanya kata tersebut untuk mengumpat dan disambung dengan pujian. Baik perihal rasa atau hal lainnya.

Oia untuk menyantap menu yang satu ini moms cukup membayar 15 ribu saja per porsi di warung Said. Harga ini belum termasuk teh manis hangat ya moms. Terletak di kawasan menara kudus warung kuliner ini buka sejak pukul 5 sore hingga 11 malam.