Viral kisah pilu istri diselingkuhi saat hamil tua dan mengalami KDRT 

Dilansir dari laman Haibunda, Kisah ini diambil dari sebuah thread di Twitter seorang wanita bernama Riya dengan akun @pentolzzz. Ia menceritakan kehidupan rumah tangga sahabatnya, Dilla.

Riya mengunggah foto percakapannya dengan Dilla lewat chat. Saat itu, Dilla tengah hamil besar. Ia mengadu ke Riya lewat direct message di Instagram setelah mengalami KDRT. Ia dipukuli suaminya, Daud. Ternyata, itu bukan kali pertama Daud melayangkan tangannya ke tubuh Dilla.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

Meskipun Dila kerap kali merasa tak melakukan kesalahan apa-apa, sang suami tetap memukulnya. Tak cuma itu, nomor telepon dan akun media sosial Dilla semuanya diblokir.

Riya pun geram dan juga heran atas perbuatan sang suami, ia menyarankan Dilla untuk mengadu ke mertua. Namun, sedihnya Dilla juga ternyata dibenci oleh mertuanya. Ini karena pengaruh sang suami yang menceritakan hal buruk tentang Dilla pada orang tuanya.

"Mau ngadu mertua, mertua juga enggak senang sama aku Ri. Gimana enggak mau peduli, dia (Daud) aja sering bicarain aku sama orang tuanya. Apa enggak tambah dipojokkan aku di sana?" tulis Dilla.

Bahkan Dilla mengaku menjadi istri yang penurut, tak pernah macem-macem, pun juga tak pernah mencoba untuk bersekatan dengan lawan jenis. Ia menerima semua perlakuan yang suaminya berikan padanya. 

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

"Aku digimanain manut aja, meski dikata-katain sama mertuaku, Ri, aku bertahan demi suamiku di Lumajang. Aku pulang minta jemput gara-gara Bapak sama Ayah tengkar gara-gara masalah ini. Ayahnya bilang kalau Daud sudah enggak betah sama Dilla. Bapakku enggak terima Ri pas aku dijemput," jelas Dilla.

baca juga

Tak memberikan perhatian pada istri dan selingkuh

Kepedihan semakin dirasakan Dilla saat ia mengatakan, sang suami sering main game hingga jam 2 malam. Masuk kamar ketika Dilla sudah tidur. Dilla yang sedang hamil besar juga tak disentuh.

Ia hanya ingin sebuah pijatan karena kesakitan, namun sang suami menolak. Apa pun yang Dilla keluhkan, dianggap seperti anak kecil. Padahal sudah sewajarnya ibu hamil butuh perhatian lebih apalagi dari pasangannya.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

Saat ngidam pun tak dituruti. Dilla juga tak bisa ke mana-mana karena kandungannya lemah. Sementara Dilla diabaikan, sang suami asyik selingkuh. Ia mengantar makanan hingga ke Jember bersama wanita lain.

"Cewek itu enggak minta padahal dan dia enggak bilang kalau punya istri. Parahnya lagi adik iparku yang ngenalin cewek itu ke suamiku. Adik iparku bilang, 'Aku enggak tega lihat masku stres gara-gara mbak,"ujar Dilla.

Tak menafkahi dan melakukan KDRT pada sang istri

Tak hanya sampai di situ, rasa sakit yang Dilla rasakan masih terus berlanjut saat ia menceritakan selama ini suami tak menafkahinya. Barang-barangya juga dijual oleh suami. Dilla masih bingung kenapa suaminya bisa stres. Ditambah, sudah ketiga kali sang suami mendekati wanita lain tanpa ngaku sudah punya istri.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

Saat pergoki pertama kali, Dilla malah digebuki. Bajunya sampai robek, tubuhnya memar. Tak tega mendengar kisah sahabatnya, Riya pun menyarankan Dilla untuk segera bercerai dengan Daud.

"Udah cukup kamu dibuat sakit, udah cukup dia bikin berantakan hidup kamu, karir kamu, pendidikan kamu. Stop ya stop plis jangan diterusin lagi, Dil," kata Riya.

baca juga

Suami tak mau menceraikan sang istri

Tak lama setelah Dilla melahirkan, rupanya Dilla masih bersikukuh untuk rujuk dengan suaminya. Ia merasa tak bisa lepas. Namun Riya kembali meyakinkan untuk tetap cerai demi kebaikan anak Dilla, Fatimah.

Dilla terpaksa harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan putrinya, Fatimah. Gajinya hanya cukup untuk beli susu dan diapers. Sementara sang suami masih tak mau mengajukan gugatan cerai.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

Begitu sampaikan ingin rujuk, Dilla malah diminta kembali ke Lumajang. Padahal si kecil Fatimah masih belum cukup umur untuk diajak berpergian.

Sang sahabat meyakinkannya untuk jangan rujuk, karena ia tidak bisa mengharapkan apa-apa lagi dari pria yang telah berkali-kali menyakitinya tersebut. Bahkan tak hanya kekerasan fisik yang kerap kali diterimanya, namun kekerasan verbal juga acapkali diterima Dilla.

"Aku ngerasa direndahin banget pas bilang gitu. Malah dia juga bilang kita serumah tapi aku enggak ada perasaan apa-apa lagi sama kamu. Jujur sakit sama aku ditahan," kata Dilla.

Memutuskan untuk menjadi single mother

Dilla akhirnya mau mendengarkan saran dari sahabatnya tersebut. Ia kini bertahan menjadi single mother dan bekerja demi putrinya, Fatimah. Sementara itu, ia tak pedulikan suami. Ia hanya ingin suami menceraikannya dengan baik-baik.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil

Ia juga berterima kasih pada Riya karena ceritanya menjadi pelajaran dan banyak simpati tertuju padanya.

"Aku kira dengan statusku gini aku dikucilkan dan dipandang sebelah mata. Ternyata aku salah. Riya kamu baik banget. Terima kasih semuanya, aku jadi lebih semangat lagi buat bangkit dan nata kembali mimpi-mimpi aku," ujarnya.

Baik buruknya istri tergantung pada suami

Hati wanita mana yang tak senang bila dihujani perhatian oleh sang suami? Pastinya kita akan menjadi lebih semangat dalam menjadi aktivitas sehari-hari ya, Moms. 

Namun, banyak suami tak menyadari hal tersebut. Maraknya kasus kekerasan pada anak atau menyakiti diri sendiri biasanya terjadi sebagai bentuk pelampiasan sang istri karena kerap mendapat perlakuan tak pantas dari suaminya. Tidak dipungkiri, kadang seorang suami sering lupa, sang istri adalah cerminan dirinya.

Kisah Pilu Seorang Istri Diselingkuhi dan Jadi Korban KDRT Saat Hamil
source: https://m.kumparan.com/amp/kumparanmom/tips-hubungan-suami-istri-tetap-harmonis-meski-sama-sama-sibuk

Saat suami bisa membahagiakan istri, sang istri pun akan secara sadar untuk menjadi lebih baik di hadapan suami. Masih dilansir dari Haibunda, hal ini senada dengan kutipan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa baik atau tidaknya seorang istri itu tergantung suami.

Selain itu, ada empat poin penting lagi yang dituliskan BKKBN, yang layak Bunda simak:

  1. Kecantikan seorang istri akan terpancar bila suami memberi hak merias diri.
  2. Istri pun akan menjadi pribadi yang bersyukur bila suami menafkahi dengan baik.
  3. Berakhlaknya seorang istri bila suami menasihati dengan baik.
  4. Salihahnya seorang istri bila suami membimbingnya dengan baik.