Rasa sakit atau nyeri pada perut bagian bawah ketika menjelang atau masa awal menstruasi adalah hal yang normal dialami oleh sebagian besar wanita. Rasa sakit tersebut disebabkan oleh adanya kontraksi rahim karena sedang terjadi peluruhan sel telur. Beberapa wanita mengeluhkan rasa sakitnya pada saat menstruasi sebagai hal biasa yang bisa ditolerir. Tapi sebagian lagi merasakan sakit yang teramat sangat, bahkan rasa sakit tersebut sampai menyebabkan aktivitas terganggu.

Lalu sebenarnya bagaimana rasa sakit normal yang seharusnya dialami oleh wanita saat menstruasi? Dan kapan harus merasa khawatir? 

Tanda Nyeri Haid Tidak Normal yang Harus Diwaspadai

Kram atau nyeri perut menjelang dan saat menstruasi terbagi menjadi dua, yaitu kram perut yang normal dan tidak normal. Jika kram perut yang moms alami memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan di bawah ini, sebaiknya moms lebih waspada dan mulai memeriksakan kondisi ke dokter.

Tanda Nyeri Haid Tidak Normal yang Harus Diwaspadai
baca juga

Berlangsung Lebih dari 4 Hari

Menurut Jessia Shepherd, M.D, yang merupakan seorang asisten profesor kebidanan di The University of Illinois Clollgede of Medicine Cichago, kram perut yang normal hanya berlangsung selama 2-3 hari dalam satu siklus menstruasi. Itu berarti, kram perut yang berlangsung selama lebih dari 4 hari dalam satu siklus menstruasi sudah tergolong kram perut abnormal yang membutuhkan tindakan pemeriksaan medis.

Berlangsung Lebih dari 4 Hari

Sulit Untuk Diatasi

Kram perut menstruasi yang normal umumnya mudah untuk diatasi, baik itu dengan cara dikompres menggunakan air hangat maupun dengan meminum obat anti radang sederhana seperti ibuprofen. Selain itu, beberapa suplemen yang mengandung kalsium, magnesium, serta vitamin D juga dipercaya efektif digunakan untuk mengurangi gejala PMS. Jadi, jika kram perut yang moms alami tak kunjung membaik bahkan setelah moms mencoba beragam cara, maka selanjutnya, jalan terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter.

Sulit Untuk Diatasi
baca juga

Terjadi Pendarahan yang Berlebihan

Tanda kram perut menstruasi yang tidak normal selanjutnya bisa dilihat dari banyaknya darah yang keluar dalam siklus menstruasi tersebut. Darah menstruasi yang normal, berjumlah sekitar 3 sendok makan dalam satu siklus. Jika moms mengalami kram menstruasi yang teramat sakit dan mendapatkan ciri aliran darah yang berlebihan, seperti harus mengganti pembalut setiap dua jam, maka moms wajib untuk segera mengunjungi dokter. Dikhawatirkan aliran darah yang berlebihan tersebut merupakan pertanda adanya fibroid uterus, gangguan tiroid, atau penyakit radang panggul. 

Terjadi Pendarahan yang Berlebihan

Penggumpalan Darah Besar

Selain pendarahan berlebihan, kram perut menstruasi abnormal biasanya juga ditandai dengan adanya penggumpalan darah besar. Tak seperti penggumpalan darah kecil yang kerap muncul sesekali pada pembalut saat menstruasi, penggumpalan darah besar terjadi lebih dari seperempat dari jumlah darah yang keluar. Penggumpalan darah besar ini bisa menjadi tanda fibroid rahim, penyakit gangguan keturunan, tanda keguguran, atau tanda bahwa tubuh mengalami kesulitan menyesuaikan dengan IUD tembaga baru. 

Penggumpalan Darah Besar

Terjadi Secara Tidak Teratur

Kram perut sejak awal menstruasi disebut sebagai dismenore primer, hal ini cenderung normal karena merupakan bentuk respon kepekaan tubuh terhadap hormon menstruasi. Sedangkan kram perut parah yang tidak terjadi sejak awal menstruasi serta tidak selalu hadir di setiap siklus menstruasi disebut dismenore sekunder. Dismenore sekunder inilah yang tergolong dalam kram perut tidak normal karena bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu seperti endometriosis, fibroid rahim, adenomiosis, radang panggul, atau kista ovarium. 

Terjadi Secara Tidak Teratur