Di Korea Selatan terdapat layanan 'kematian sesaat' yang bisa didapatkan masyarakatnya untuk merasakan layanan pemakaman gratis khusus mereka yang masih bernyawa. Siapa sangka, pelayanan ini ini ditawarkan untuk membantu orang-orang yang putus asa dalam hidupnya agar dapat memaknai hidup dengan lebih baik.

Cara Unik Orang Korsel Maknai Hidup dengan Layanan 'Pemakaman Sesaat'
source: https://i.dailymail.co.uk/

Dilansir dari CNNIndonesia, sudah ada lebih dari 25 ribu orang yang ikut berpartisipasi dalam layanan ‘kematian sesaat’ itu. Hyowon Healing Center merupakan pihak penyedia layanan ini berdiri sejak 2012. Layanan ini sengaja dijalankan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan simulasi kematian.

Cara Unik Orang Korsel Maknai Hidup dengan Layanan 'Pemakaman Sesaat'
source: https://i.dailymail.co.uk/
baca juga

Para peserta mengaku bahwa pelayanan ini dapat menyadarkannya akan kematian itu sendiri. Menurut mereka, merasakan kematian sesaat dapat membantunya untuk menemukan makna hidup. Dalam pelayanan ini, para peserta yang ikut serta sangat beragam, mulai dari usia remaja hingga orang-orang tua. Mereka menjalani prosesi kematian sebagai jenazah hingga menulis surat wasiat dan berbaring di dalam peti mati yang tertutup selama kurang lebih 10 menit. 

Cara Unik Orang Korsel Maknai Hidup dengan Layanan 'Pemakaman Sesaat'
source: https://www.cnet.com/

Berbaring di dalam peti mati ternyata dapat menyadarkan seseorang akan beragam sifat buruk dan kekurangannya sendiri. Jeong Yong-mun, kepala Hyowon Healing Center, mengungkapkan bagaimana pengalaman ‘kematian sesaat’ dapat memberikan pengaruh besar dalam hidup seseorang. Para peserta dapat belajar untuk memaafkan dan berdamai dengan diri untuk menjalani hidup yang lebih bahagia.

Cara Unik Orang Korsel Maknai Hidup dengan Layanan 'Pemakaman Sesaat'
source: https://www.nytimes.com/

Korea Selatan memang belakangan ini menghadapi krisis bunuh diri di mana sejumlah besar orang menjadi tekanan besar dalam menghadapi kehidupan. Bahkan, fakta menyedihkan mengungkap bahwa 40 orang bunuh diri setiap harinya mengingat negara itu identik dengan kehidupan masyarakat yang sangat kompetitif.