Dilansir dari StraitsTimes, otoritas kesehatan Spanyol memberikan konfirmasi atas kasus penularan demam berdarah melalui hubungan seks pada Jumat (8/11/2019). Ini merupakan kasus pertama di dunia untuk penularan virus DBD yang selama ini diketahui penularannya hanya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 

Waspada, Ternyata DBD Dapat Menular Lewat Hubungan Seks
source: https://foodevolution.com.ph/

Dalam kasus tersebut, seorang pria (41) asal Madrid positif terinfeksi demam berdarah setelah melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Pasangannya tersebut ternyata sudah terinfeksi DBD dalam perjalanannya menuju Kuba. yang mengambil virus dari gigitan nyamuk selama perjalanan ke Kuba, kata Susana Jimenez dari departemen kesehatan masyarakat wilayah Madrid.

Saat diperiksa, rekannya memang sudah menunjukkan gejala yang sama dengannya dengan tanda-tanda yang lebih ringan sejak sepuluh hari sebelumnya. Sebelum gejala-gejala itu muncul, rekannya tersebut mengaku pergi mengunjungi Kuba dan Republik Dominika.

Untuk meneliti lebih lanjut analisis sperma pun dilakukan untuk mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya terinfeksi demam berdarah tetapi juga virus yang sama dengan virus yang saat ini sedang beredar di Kuba.

baca juga

Sebuah kasus serupa tentang penularan demam berdarah antara pria dan wanita menjadi subjek dari jurnal ilmiah baru-baru ini di Korea Selatan. Di sisi lain, dalam sebuah email yang dikirim ke AFP, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) yang berpusat di Stockholm menyatakan ini adalah ini adalah penularan seksual pertama untuk virus dengue.

Waspada, Ternyata DBD Dapat Menular Lewat Hubungan Seks
source: https://philnews.ph/

Kita semua tahu bahwa demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang berkembang biak dengan subur di daerah beriklim tropis dengan area yang padat dan banyak genangan air. Penyakit ini juga tercatat sudah membunuh 10.000 orang per tahun dan menginfeksi lebih dari 100 juta orang.

Demam berdarah dalam dikatakan sebagai penyakit yang fatal dengan beberapa gejala berat pada kasus-kasus ekstrem, termasuk diantaranya demam tinggi, sakit kepala, hingga mual dan muntah. Selain itu, kondisi ekonomi yang masih kurang memadai di negara-negara karena penderitakerap menyebabkan layanan kesehatan kewalahan saat ada wabah yang menyerang.