Dilansir dari Haibunda, seorang nenek dikejutkan dengan ditemukannya janin mati setelah menjalani pemeriksaan USG dan CT Scan. Rasa sakit dan perut bengkak yang dialami wanita berusia 60 tahun itu ternyata disebabkan oleh keberadaan janin mati yang diperkirakan telah bersemayam di perutnya selama 15 tahun. Dengan kata lain, janin itu seharusnya dilahirkan 15 tahun yang lalu.

Duh, Nenek Ini Tak Tahu Ada Janin Dalam Rahimnya Selama 15 Tahun
source: https://app.figure1.com/

Sebagai penanganan, dokter memutuskan untuk mengangkat janjn mati itu. Setelah mempertimbangkan berat dan ukuran dari janin tersebut, awalnya dokter melihat bahwa peluang untuk itu bisa diambil cukup mudah. Namun, setelah dicek lebih lanjut, janin mati tersebut ternyata dikelilingi massa tebal. Dalam massa tersebut tidak ada sel karsinoma (sel ganas) atau tanda-tanda fibrosisi (penebalan jaringan atau jaringan parut di jaringan ikat) yang berhubungan lamgsung dengan janin.

baca juga

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya dokter berhasil mengangkat janin mati dari rahim wanita itu. Hal ini sebenarnya bukan kasus baru. Apa yang terjadi pada wanita ini biasa dikenal sebagai lithopedion atau kehamilan ektopik terkalsifikasi. Kondisi seperti ini dapat terjadi ketika seorang janin meninggal selama masa kehamilan dengan kondisi tubuh yang terlalu besar besar.

Duh, Nenek Ini Tak Tahu Ada Janin Dalam Rahimnya Selama 15 Tahun
source: https://www.radrounds.com/

Lithopedion sendiri merupakan istilah yang mengacu pada kasus kehamilan ektopik. Di mana terjadi kematian atau terjadi perubahan kalsifikasi (berubah jadi keras) janin. Meskipun begitu, kasus kehamilan seperti ini sebenarnya sangat jarang terjadi. Berdasarkan penelitian, persentase kasus kehamilan ini hanya 0,3 - 0 persen dari total seluruh kasus kehamilan. Hingga sampai saat ini, dilaporkan hanya ada 300 kasus lithopedion yang tercatat.

baca juga

Sementara itu, sebagian besar kasus lithopedion kerap dikaitkan dengan masalah skeletonisasi atau berkumpulnya fragmen tulang janin yang mengerut di daerah panggul saat janin mati diangkat dari rahim. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa lithopedion yang murni terjadi dengan sendirinya merupakan kasus yang sangat jarang terjadi.

Duh, Nenek Ini Tak Tahu Ada Janin Dalam Rahimnya Selama 15 Tahun
source: https://www.cambridge.org/

Untuk mengantisipasi kasus kehamilan seperti ini, para ibu harus secara rutin melakukan pemeriksaan prenatal. Dengan begitu, keberadaan dan kondisi janin dapat terus diamati dan dipantau. Misalnya dengan teratur melakukan pemeriksaan USG.