Dilansir Haibunda, psikolog Septiana Runikasari mengatakan semua remaja normal pasti mulai merasakan jatuh cinta atau ketertarikan secara seksual dengan lawan jenisnya. Tapi, remaja memerlukan bantuan orang tua agar dorongan dan perilaku seksual remaja berkembang sesuai dengan peran sosial mereka.

Pentingnya Pendidikan Seks Anak, Ajarkan Konsekuensi Menghamili dan Dihamili Setelah Puber
source: https://cantik.tempo.co/
"Orang tua perlu mengarahkan dengan baik dan menggunakan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakteristik anak. Orang tua disarankan menempatkan diri sebagai teman karena anak remaja memiliki keterikatan yang kuat dengan teman sebayanya," tulis Septiana dalam buku berjudul How to Make a Baby, Mommy?.
source: https://cantik.tempo.co/

Menurut Septiana, pemberian bekal ilmu dan iman pada anak usia remaja menjadi sangat penting, tetapi tetap perlu dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik anak. Lalu, tidak dengan cara yang memaksa. Tapi lebih memberikan pengertian dan pemahaman.

Dalam buku berjudul 1001 Cara Bicara Orang Tua dengan Remaja dari BKKBN dan John Hopkins Center for Communication Programs dijelaskan bahwa orang tua perlu memberi pemahaman kepada remajanya soal pubertas. Orang tua bisa menjelaskan pubertas berarti fungsi reproduksi anak sudah sama seperti orang dewasa.

Pentingnya Pendidikan Seks Anak, Ajarkan Konsekuensi Menghamili dan Dihamili Setelah Puber
source: https://www.educenter.id/

Misalnya saja untuk remaja putri, ia sudah bisa hamil. Sedangkan untuk pria, sudah memiliki kemampuan menghamili. Remaja perlu diberi pemahaman dengan berhubungan intim, wanita bisa hamil. Sehingga, si pria dan wanita harus bertanggung jawab dengan kehidupan manusia lain, yakni janin yang ada di kandungan.

"Namun, karena pemikiran remaja masih belum matang, orang tua perlu memberi pendampingan terus menerus. Anak juga harus mengetahui tanggung jawab tidak berhenti hanya sampai bayi lahir, tapi berlanjut dengan tanggung jawab merawat, mengasuh, dan mendidiknya," papar tim penulis.

baca juga

Tips Untuk Orangtua Ketika Anak Mulai Pacaran

Sebagai orang tua tentu Moms tidak bisa melarang anak yang beranjak dewasa jatuh cinta. Pada saat anak mulai berpacaran atau mulai suka dengan lawan jenis, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari oleh orang tua.

Dilansir dari Today, psikolog Dr. Ruth Peters memberikan saran kepada orang tua mengenai apa yang mereka perlu dilakukan dan dihindari saat anak mulai berpacaran. Tentunya orang tua harus tetap menunjukkan ketenangan kepada anak pada saat mereka bilang sudah punya pacar.

Dengan menunjukkan ketenangan, orang tua bisa terus membuat anak merasa nyaman untuk membicarakan hal-hal tersebut. Tentunya hal itu lebih baik dibanding anak-anak mulai berpacaran tanpa memberi tahu orang tua.

Tips Untuk Orangtua Ketika Anak Mulai Pacaran
source: https://health.detik.com/

Selain itu, Moms juga bisa berdiskusi dan memberi tahu cara mendapatkan keseimbangan di sebuah hubungan. Bisa melalui membuat peraturan mengenai penggunaan ponsel dan internet, memberi saran untuk melakukan aktivitas yang positif, dan tentunya tidak mengurangi waktu belajar untuk berpacaran.

Hindari kritik dan ejekan mengenai siapa yang mereka sukai karena sangat penting untuk anak merasa dihormati mengenai perasaannya. Sebaiknya, anak jangan diperbolehkan untuk menghabiskan terlalu banyak waktu dengan pacarnya dan juga jangan diperbolehkan untuk membeli hadiah yang terlalu mahal untuk pacar. Hindari juga untuk menjadi terlalu obsesif mengenai hubungan anak. Beri sedikit ruang agar anak bisa menceritakan perasaan mereka sendiri.

Nah, bagaimana, Moms? Apakah putra putri Moms sudah mulai memasuki masa puber? Harus siap-siap nih, Moms. Semoga informasi ini bermanfaat.