Seperti dilansir Haibunda, bocah berumur 10 tahun ini mengetahui dirinya tengah hamil setelah dia mengeluhkan sakit pada bagian perut dan punggungnya. Bocah tersebut dan sang ibu pun pergi ke dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata gadis ini diketahui telah hamil 8 bulan.

Belajar dari Kisah Bocah 10 Tahun Dihamili Kakaknya, Kenali Tanda Pubertas Dini Pada Anak
source: https://www.haibunda.com/
"Kami pergi ke dokter Fernando Barreyro yang memberi tahu kabar ini. Diprediksi, anak saya akan melahirkan di akhir bulan. Si gadis kecil ini pun bilang kakak kandungnya yang berumur 15 tahun yang memperkosanya," kata sang ibu yang tidak disebutkan namanya.
source: https://www.haibunda.com/

Kasus ini sekarang tengah diselidiki hakim anak di bawah umur Marcela Leiva dan jaksa penuntut Maria Laura Alvarez. Mengutip Mirror, laporan media lokal menunjukkan sang kakak sudah dikeluarkan dari rumah. Sementara itu, ibu dari gadis cilik ini diminta untuk membantu merawat sang cucu. Sedangkan, departemen kehakiman menginginkan gadis 10 tahun itu melanjutkan pendidikan setelah dia melahirkan.

Tanda-Tanda Anak Memasuki Masa Pubertas

Berkaca dari kasus di atas, sebagai orangtua Moms wajib tahu kapan anak mengalami pubertas. Pubertas merupakan masa di mana seorang anak mengalami perubahan yang ditandai dengan mulai aktifnya organ seksual di tubuhnya. Proses ini terjadi karena perubahan hormon, dan umumnya mulai terjadi saat anak memasuki usia remaja. 

Normalnya, pubertas terjadi pada kisaran usia 10 hingga 15 tahun untuk anak laki-laki. Sedangkan pada perempuan pubertas terjadi lebih cepat, yaitu pada usia 9 hingga 14 tahun. Meski begitu, pubertas juga bisa terjadi terlambat atau bahkan lebih awal.

Tanda-Tanda Anak Memasuki Masa Pubertas
source: https://www.alodokter.com

Pubertas dini ternyata tidak hanya memengaruhi fisik dan/atau emosi anak pada saat itu saja, namun juga bisa memengaruhi perubahan diri anak di kemudian hari. Berikut ini adalah beberapa hal yang terjadi saat pubertas:

  • Fisik, anak perempuan akan mulai mengalami pembesaran pada payudaranya, muncul jerawat, mengalami menstruasi, bulu ketiak dan rambut kemaluan mulai tumbuh, serta aroma badan yang mulai berubah. Sedangkan pada laki-laki, suara akan menjadi lebih berat, aroma tubuh mulai berubah, muncul jerawat, organ reproduksi mulai membesar, pertumbuhan tinggi badan melesat.
  • Emosi, pubertas dini yang mengubah bentuk fisik anak lebih cepat dibandingkan dengan teman sebayanya dapat memengaruhi emosi anak. Misalnya saja, pada anak perempuan yang mengalami menstruasi dini, ia dapat mengalami depresi dan cemas, karena kebingungan atas perubahan yang terjadi pada dirinya. Bisa  juga terjadi penurunan rasa percaya diri akibat perubahan yang ia alami.
  • Postur Tubuh, anak yang mengalami pubertas dini cenderung berpostur lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya. Ini terjadi karena durasi terjadinya pubertas dini tidak sama dengan pubertas normal. Hal ini berarti masa berlangsung pubertas dini lebih pendek. Akibatnya, ketika pubertas dini berhenti lebih awal, maka pertumbuhan tinggi badan anak juga akan berhenti lebih awal.
  • Perilaku, tidak hanya emosi yang dapat terpengaruh oleh pubertas dini, tapi juga perilaku anak. Misalnya saja, sebagian anak laki-laki yang mengalami pubertas dini dapat memiliki hasrat seks yang lebih untuk anak seusianya. Sedangkan anak perempuan dapat menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, dan emosinya bisa naik turun. Meski begitu, kondisi ini masih memerlukan lebih banyak penelitian.
Wah ternyata perhatian orang tua sangat penting ya, Moms, ketika anak mulai memasuki masa remajanya. Jangan sampai kehilangan pertumbuhan anak ya, Moms, terlebih ketika mereka mulai puber. Karena pada saat itulah, anak-anak butuh pendampingan orangtuanya.