Seperti diunggah akun instagram @duniapunyacerita. Ada beberapa kisah inspiratif. Dulu mereka adalah orang-orangnya diremehkan oleh sekitarnya. Namun kini mereka malah sukses dan jauh dari apa yang pernah diremehkan.

Berhasil Masuk PTN dan Cumlaude

Foto pertama adalah orang yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri, bahkan lulus dengan predikat cumlaude. Padahal dulunya, dia sempat diremehkan tidak dapat masuk ke perguruan tinggi negeri oleh guru BK-nya saat sekolah.

Berhasil Masuk PTN dan Cumlaude
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Tweet ini saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yg bilang saya gabakal masuk PTN; maaf saya cumalude."
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
baca juga

Jurusan Bahasa Bisa Berkembang

Foto yang kedua memperlihatkan seorang wanita yang berfoto setelah melaksanakan wisuda. Dia mengenakan toga dengan mengangkat tinggi-tinggi ijazahnya. Foto yang diunggahnya didedikasikan untuk wali kelasnya saat SMA yang menganggap jurusan bahasa adalah buangan.

Jurusan Bahasa Bisa Berkembang
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Dan ini buat wali kelas gue sendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah buangan, mustahul bisa berkembang."
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/

Dokter Lulusan UI

Foto ketiga adalah dari seorang dokter yang dulu pernah diremehkan wali kelasnya saat sekolah. Wali kelasnya pernah mengatakan bahwa dirinya tidak layak jadi dokter dan masuk Universitas Indonesia. Namun hal itu ditampik dengan dirinya yang kini adalah seorang dokter.

Dokter Lulusan UI
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Kepada ibu walikelas yang bilang saya gak layak jadi dokter dan masuk ui di dalam kelas saat keadaan kelas penuh sesak dan hening, makasih bu. Setidaknya guyonmu gak merusak mentalku. Dapat salam dari pasienku bu!"
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
baca juga

Seniman Dengan Banyak Pameran

Foto keempat adalah kisah inspiratif orang yang berhasil menjadi seniman bahkan bisa mengajak ibunya menghadiri pamerannya di Ritz Carlton dan menjadi tamu VIP. Padahal dia dulu diremehkan guru SMPnya. Dulu gurunya menghinda dirinya bodoh dan akan menjadi seniman yang tidak punya masa depan.

Seniman Dengan Banyak Pameran
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Buat guru SMP aku yg dulu bilang aku goblok dan ngejambak cuma gara2 jawaban aku salah. Yang bilang dulu jadi seniman gak punya masa depan. Saya kuliah dan keliling pameran kemana2. Bawa ibu saya pameran di Ritz Carlton dan ngerasain rasanya menjadi tamu VIP :')"
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/

Manager Di Usia 23 Tahun

Foto kelima datang dari seorang wanita cantik yang sudah menjadi manager diusianya yang masih 23 tahun. Padahal dia dulu dibilang anak bermasalah oleh guru BK SMP-nya.

Manager Di Usia 23 Tahun
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Haha mau ikutan, Buat Guru BK SMP gue yang dulu bilang 'anak bermasalah kaya kamu mau jadi apa nanti!' Saya mau jadi manager bu di usia saya yang ke 23 tahun hehe"
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/

Dihina Nggak Lolos S1, Sekarang Lulusan S3

Foto keenam lebih menohok lagi, Moms. Seorang wanita yang dulu pernah dihina gurunya lantara nilai UN Fisikanya 5,25. Dia diremehkan tidak akan bisa lolos S1. Namun nyatanya dia sekarang lulusan S3.

Dihina Nggak Lolos S1, Sekarang Lulusan S3
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/
"Buat Bu Rini yang bilang aku gabisa lolos S1 karna nilai UN Fisikaku 5,25, Mohon maaf bu saya S3"
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/

S1 dan S2 Di PTN Terbaik Indonesia

Foto terakhir mengisahkan seseorang yang diremehkan tidak dapat masuk PTN terbaik di Indonesia oleh teman SMA-nya. Tapi nyatanya, dia malah menempuh jenjang S1 dan S2 di PTN terbaik tersebut.

S1 dan S2 Di PTN Terbaik Indonesia
source: https://www.instagram.com/duniapunyacerita/

Wah Moms, benar-benar bertolak-belakang sekali ya dengan apa yang pernah diremehkan orang-orang sekitar mereka. Itulah bukti Moms, ketika dihina bukan berarti kita harus putus asa. Namun hinaan tersebut harus digunakan sebagai cambuk agar kita lebih berhasil. Terus semangat, ya!