Penantian Selama 8 Tahun

Chyntia Lamusu dan Surya Saputra menikah pada 2008 silam. Satu hingga dua tahun usai menikah, mereka tak kunjung diberikan keturunan. Namun, Chyntia dan Surya belum mempermasalahkan kenapa tak kunjung diberikan keturunan, dan tetap dalam penantian. Keduanya juga belum berencana melakukan program kehamilan secara serius.

Meski demikian, mereka tak menyangkal kalau ingin sekali segera memiliki anak. Selain itu, desakan dari keluarga dan sahabat-sahabat terdekat Chyntia, di antaranya Widy dan Nola yang tergabung dalam trio B3, akhirnya membuat keduanya mengikuti program kehamilan. 
 

source: https://www.instagram.com/cynthia_lamusu/?hl=e


 

baca juga

Inseminasi dan Bayi Tabung

Di tahun ke-5 pasca menikah, akhirnya Chythia dan Surya memutuskan untuk melakukan inseminasi buatan, yaitu proses pembuahan dengan memasukkan sperma ke dalam rahim. Sayangnya, inseminasi pertama mereka gagal. Karena itu, mereka ingin mencoba kedua kalinya. Tapi, inseminasi kedua juga kembali gagal. 

Di tahun ke-8, Chyntia dan Surya akhirnya sepakat mengikuti program bayi tabung atau In Vitro Vertilization (IVF), di mana proses pembuahan dilakukan dalam tabung, dengan mempertemukan sperma dan sel telur. Setelah berhasil, embrio kecil pun ditanamkan ke dalam rahim perempuan. Kabar baiknya, program bayi tabung pertama Chyntia dan Surya berhasil. 
Chyntia pun dinyatakan hamil kembar. 
 

source: http://showbiz.liputan6.com


 

Berjuang dengan Kehamilan dan Persalinan

Meski hamil lewat proses bayi tabung, namun Chyntia tetap menjalankan kehamilan seperti ibu hamil normal lainnya. Demi calon bayi yang sudah ditunggu-tunggunya selama bertahun-tahun, wanita asal Manado ini pun melakukan semua hal yang dianjurkan dokter, dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga ringan dan menjaga kandungannya sehati-hati mungkin. 

Namun, takdir berkata lain. Wanita berusia 38 tahun itu didiagnosis mengalami preklampsia, yang merupakan gangguan kehamilan akibat tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein dalam urine. Untuk menyelamatkan dua bayi kembar di kandungannya, dokter pun menyarankan untuk melahirkan lebih dini. Jadi, Chyntia melahirkan lewat operasi sesar saat kehamilannya berusia 34 minggu kurang 2 hari. 
 

source: https://www.instagram.com/cynthia_lamusu/?hl=e


 

baca juga

Proses persalinan berhasil dilaluinya, tapi kedua buah hatinya yang diberi nama Tatjana dan Bima lahir prematur, dengan berat badan yang sangat rendah. Tatjana lahir dengan beat 2.100 gram, dan adiknya Bima lahir dengan berat 1.200 gram. Baik Chyntia dan Surya begitu sedih, karena kedua bayi kembar mereka yang masih ringkih harus berjuang hidup di ruang perawatan NICU. 

Harapan dan perjuangan Chyntia dan Surya tak sia-sia. Tatjana dan Bima memperlihatkan perkembangan yang baik dan berat badannya juga semakin bertambah. Kini, Tatjana dan Bima sudah berusia 10 bulan. Keduanya tumbuh sehat, lucu dan begitu menggemaskan. 
 

source: https://www.instagram.com/cynthia_lamusu/?hl=e