Belakangan ini viral di media sosial sebuah postingan dari seorang model Instagram Malaysia yang mengatakan gadis-gadis yang mengenakan pakaian berukuran ‘M adalah gemuk. Namun, setelah mendapatkan serangan dari warganet di seluruh negeri, influencer ini pun akhirnya mengunggah permohonan maaf.  

Dikatai 'Babi Bengkak', Influencer Ini Diet Hingga Berat Badannya Turun Drastis
source: https://www.worldofbuzz.com/

Dilansir dari WorldofBuzz, ia mengaku tidak bermaksud menghina atau menjelekkan wanita lain karena bentuk atau ukuran badan mereka. Ia juga beralasan bahwa potingan tersebut sebenarnya ditujukan untuk teman-temannya yang memiliki pengalaman seperti dirinya. Ia dulu memiliki berat badan yang dapat dikatakan ideal dan sehat. Sayangnya, dengan berat badan sehatnya itu, ia selalu ditolak untuk beragam pekerjaan modeling karena berat badannya yang ternyata masih dianggap gemuk.

Dikatai 'Babi Bengkak', Influencer Ini Diet Hingga Berat Badannya Turun Drastis
source: https://www.worldofbuzz.com/
baca juga

Saat itu, ketika ia sedang berada dalam kisaran berat badan yang sehat (48-52kg) dengan ukuran pakaian S. Namun, semua orang di sekitarnya malah menyuruhnya untuk berolahraga dan menurunkan berat badan. Ia bahkan juga mengatakan bagaimana direkturnya menyebutnya sebagai "babi bengkak" karena berada dalam kisaran berat badan yang sehat.

Dikatai 'Babi Bengkak', Influencer Ini Diet Hingga Berat Badannya Turun Drastis
source: https://www.worldofbuzz.com/

Ia menceritakan bahwa sang direktur melihatnya saat tampil dan berteriak keras pada staf untuk tidak memberinya makan karena ia tampak gemuk seperti babi. Bahkan, direktur itu menghapus semua foto yang sudah diambil pada hari itu. Setelah kejadian itu, para staf yang bekerja pada agensinya dengan cekatan dan cermat terus mengawasi diet dan asupan makannya setiap hari.

Dikatai 'Babi Bengkak', Influencer Ini Diet Hingga Berat Badannya Turun Drastis
source: https://www.worldofbuzz.com/

Influencer ini juga mengatakan bahwa ia mengalami diskriminasi di tempat kerja karena dia tidak cukup kurus. Hal inilah yang dianggapnya berpengaruh pada persepsi yang tepat tentang berat badan yang sehat dalam pemikirannya. Ia juga mengatakan bahwa dalam menjalani proses diet dari berat badan sehat ke "berat badan model" sesungguhnya dibutuhkan tekad dan mental yang kuat.