Dilansir melalui Detik, aktivitas pagi di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Raihan Islamic School, Cibarusah, Bekasi sempat terhenti lantaran adanya aksi seorang pria yang melempari TK tersebut dengan batu. Alasannya sepele, pria bernama Jaya (38) itu merasa terganggu dengan kebisingan anak-anak TK.

Tidur Terganggu, Pria Ini Tega Lempari TK Di Bekasi dengan Batu
source: https://www.appletreebsd.com/

Kapolsek Cibarusah AKP, Sukarman mengatakan peristiwa ini bermula ketika di TK tersebut sedang aktivitas proses belajar anak siswa-siswi TK Islam dengan kegiatan bernyanyi. Ketika anak-anak TK sedang bernyanyi. Tiba-tiba, Jaya menghampiri TK dan melemparinya dengan batu.

"(Sekolah) sedang aktivitas proses belajar anak siswa-siswi TK Islam dengan kegiatan bernyanyi. Kemudian saksi melihat pelaku datang mendekati TKP langsung melempar batu sebanyak 2 kali," ujar Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman dalam keterangan, Kamis (14/11/2019).

Sebenarnya para guru sempat menegur dan menanyakan alasan aksi pelemparan batu itu. Pelaku berkilah melakukan itu karena istirahatnya terganggu. Jaya mengatakan bahwa nyanyian anak-anak TK tersebut berisik dan mengganggu orang istirahat.

Para guru TK itu kemudian melaporkan aksi pelaku ke ketua RT setempat. Setelah itu, para guru membuat laporan ke Polsek Cibarusah. Polisi telah mendatangi rumah pelaku, tapi pelaku tidak berada di tempat. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.

Tidur Terganggu, Pria Ini Tega Lempari TK Di Bekasi dengan Batu
source: https://wartakota.tribunnews.com/

Sukarman menyebutkan, perbuatan pelaku ini membuat para murid ketakutan. Meski tak mengalami trauma, namun siswa-siswi TK tersebut kaget dan ketakutan.

"(Pelaku) melempar batu sebanyak 2 kali dan mengenai pagar sekolah yang saat itu tertutup, sehingga membuat anak sekolah takut, gurunya juga takut," lanjutnya.

Karena perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

baca juga

Tips Mengurangi Risiko Trauma Pada Anak

Kejadian seperti yang dialami anak-anak TK di Bekasi tadi tidak menutup kemungkinan akan menimblkan trauma pada anak-anak. Nah untuk mengurangi risiko trauma yang muncul, dilansir Child Mind, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Memeluk anak atau mengatakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja. Ini akan membuat mereka merasa aman.
  • Jangan bereaksi berlebih. Usahakan orang dewasa tetap tenang karena anak akan ikut panik, enggak nyaman, bahkan menangis bila melihat orang dewasa panik.
  • Jelaskan ke anak apa yang terjadi dengan tetap memastikan semuanya sedang atau sudah ditangani.
  • Akui perasaan anak dan ajak dia untuk relaks. Misalnya dengan mengajak dia menarik napas panjang.
Tips Mengurangi Risiko Trauma Pada Anak
source: https://www.haibunda.com/

Nah itu tadi Moms tips bagaimana mengurangi risiko pada anak ketika mereka mengalami kejadian yang menakutkan. Namun, sebagai masyarakat sosial, kita harusnya memaklumi ketika rumah kita bersebelahan dengan sekolah atau tempat umum lainnya.