1. Pemeriksaan Kesehatan Suami Istri

Tahapan paling pertama sebelum proses bayi tabung dilakukan adalah dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan Moms dan suami. Biasanya Moms akan diperiksa soal riwayat atau siklus menstruasi dan suami dilakukan pengecekkan kualitas sperma. Tak hanya itu, pemeriksaan USG, hormon dan juga sel telur. Hal itu dilakukan agar dokter mengetahui jumlah dan kualitas sel telur Moms yang akan digunakan untuk proses bayi tabung. 


 

source: https://www.videoblocks.com

2. Pemberian Suntikan Obat

Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan seperti USG, sel telur dan siklus menstruasi, dokter akan memberitahukan, apakah kondisi Moms layak atau tidak untuk melakukan bayi tabung. Jika iya, dokter akan menyuntikkan obat khusus untuk membesarkan sel telur. Biasanya suntikan akan dilakukan selama 10-12 hari, tergantung kondisi tubuh moms. 

source: http://www.deweyjonesmd.com
baca juga

3. Mulai Mengambil Sel Telur

Ketika sel telur sudah membesar sekitar 18 mili, maka akan disuntikkan kembali dengan obat pematang sel telur. Nah, setelah 34-36 jam kemudian, sel telur akan diambil dan diproses ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan. Setelah itu Moms akan diminta beristirahat hingga beberapa jam, untuk mengetahui adakah tanda-tanda seperti perut kembung atau diare. 

source: http://www.sunflowerhospital.in

4. Pembuahan

Setelah proses sebelumnya berjalan lancar, maka akan segera dilakukan pembuahan dimana sel telur yang sudah matang akan 'dipertemukan' dengan sperma kualitas pilihan. Pada hari yang sama saat pengambilan sel telur, suami akan diminta untuk masturbasi untuk menghasilkan sperma untuk membuahi sel telur. Nah, metode yang digunakan untuk proses pembuahan ini adalah ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection), yakni sperma terbaik disuntuikkan langsung ke dalam sel telur yang matang. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari hingga terbentuknya embrio. 

source: http://fertility-biocenter.com
baca juga

5. Pemindahan Embrio ke Dalam Rahim 

Setelah sel telur yang berhasil dibuahi dan menjadi embrio, maka akan dilakukan transfer embrio ke dalam rahim. Penanaman embrio di rahim ini biasanya dilakukan pada hari ke lima dimana diharapkan embrio dapat menempel dengan baik di rahim. Selanjutnya setelah penanaman embrio berjalan lancar, Moms akan diminta menunggu selama dua minggu untuk mengetahui apakah embrio terus menempel pada rahim atau tidak.

source: https://s.hswstatic.com