Dilansir Radarbromo, AA (11), pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan, Jawa Timur ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. AA mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya.

Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 pagi. AA ditemukan sudah tewas dengan posisi menggantung dan di lehernya terikat tali tambang yang diikatkan pada asbes terbuat dari kayu glugu di ruang dapur dalam rumahnya.

Jasad korban pertama kali diketahui oleh ayahnya sendiri. Saat itu ayah korban tengah pulang dari keliling berjualan sayur. Ketika masuk rumah, ayah korban sontak terkejut melihat anak keduanya gantung diri di dapur, dan posisinya sudah tak bernyawa.

Diduga Karena HP Disembunyikan Orang Tua, Siswa Ini Tewas Gantung Diri
source: https://nasional.tempo.co/

Menurut Maksum, saat kejadian posisi rumah dalam keadaan kosong dan hanya korban seorang diri di dalam rumah. Sementara itu, Nr, ayah korban, sejak pagi keluar rumah berjualan sayur keliling. Lalu, Ms (49), ibunya juga ke sawah lantaran bekerja menjadi buruh tani. Kemudian MA (17), kakak kandung korban juga keluar rumah.

Kakak korban mengaku saat akan keluar rumah, dirinya sempat melihat adiknya menangis di atas tempat tidur. MA juga mengatakan bahwa adiknya seperti sedang mencari handphone, namun handphone milik korban ternyata sedang disembunyikan orangtua mereka. Agar tidak kecanduan bermain game. Namun dia tidak menyangka, adiknya nekat melakukan aksi gantung diri.

Kejadian ini pun dipalporkan ke Polsek Pandaan. Sesaat kemudian petugas polsek setempat tiba di lokasi kejadian atau rumah duka. Menurut Ipda Budi Luhur, Kanitreskrim Polsek Pandaan, motif korban nekat gantung diri diduga kuat karena frustasi smartphone-nya disembunyikan orang tuanya. Karena selama ini korban kecanduan main game via smartphone. Wah, tragis ya, Moms.

Tips Mengenalkan Gadget Pada Anak

Moms, sebenarnya tidak ada yang salah dari mengenalkan anak dengan gadget. Jika penggunaannya dalam pengawasan yang tepat dan digunakan dengan aturan yang jelas maka gadget juga bisa mendukung perkembangan anak. Meski dirasa banyak menimbulkan dampak negatif, gadget juga bisa memberikan dampak positif lho, Moms.

Gadget bisa membantu anak belajar mengenal banyak hal, memperbanyak kosakata, mengenal suara, meningkatkan skill membaca, dan juga bisa membantu meningkatkan kemampuan visual anak.

Tips Mengenalkan Gadget Pada Anak
source: https://gaya.tempo.co/

Nah, Moms berikut ini tips memaksimalkan fungsi gadget demi kebaikan perkembangan anak. Di antaranya adalah:

  • Kenalkan Gadget sebagai media belajar, bukan media bermain.
  • Ajari anak disiplin dengan membatasi waktu menggunakan gadget.
  • Dampingi anak saat bermain gadget.
  • Jadikan gagdet sebagai sarana memperkuat bonding dengan anak
  • Aktifkan Kids Mode saat anak bermain gadget.
  • Tetap kenalkan anak mainan non gadget
baca juga

Cara Kreatif agar Anak Terbebas dari Kecanduan Gadget

Selain mengenalkan gadget pada anak sebagai media pembelajaran, Moms juga bisa menggunakan cara kreatif agar anak-anak bisa terbebas dari gadget. Jangan hanya mengambil atau menyembunyikan gadget miliknya tanpa melakukan hal lain. Hal tersebut bisa membuat anak merasa tidak terima karena barang miliknya diambil.

Dilansir Haibunda, menurut Bill Ratner, seorang penulis buku Parenting for the Digital Age menuturkan bahwa sebaiknya orangtua tidaklah takut untuk menerapkan aturan pada anggota keluarga di rumah.

"Setiap keluarga perlu menemukan formula yang sesuai. Bunda dapat menegosiasikan jam bebas ponsel di rumah, porsi bebas TV dalam seminggu, dan lainnya,"kata Ratner dikutip dari Time.

Selain itu, Ratner juga menyarankan agar Moms sebaiknya tidak hanya fokus pada pembatasan penggunaan media semata. Ada baiknya, Moms menciptakan kegiatan pengganti yang kreatif sehingga dapat dinikmati bersama anggota keluarga lainnya sebagai hiburan.

Cara Kreatif agar Anak Terbebas dari Kecanduan Gadget
source: https://gaya.tempo.co/

Melansir Magiccrate, beberapa cara kreatif yang dapat meminimalisir anak-anak dari candu gadget, di antaranya:

  • Sisihkan gadget milik Moms selama beberapa jam, dan libatkan diri dalam bentuk hiburan alternatif dan habiskan waktu bersama keluarga serta anak-anak.
  • Libatkan anak-anak dalam kegiatan yang mengharuskan mereka meninggalkan ponsel atau gadget lainnya.
  • Simpan ponsel dan gadget lainnya agar anak-anak tidak mudah mengaksesnya sesuka hati. Jangan lupa, beritahu mereka kapan waktu menggunakannya yang diperbolehkan.
  • Ijinkan anak bermain di luar. Bermain di luar akan membantunya belajar bermain dengan anak-anak lainnya. Pada saat yang sama, hal tersebut juga membantunya membangun keterampilan motorik kasarnya ketika mereka berlari mengitari tanah dan menikmati beberapa permainan di luar ruangan.
Jangan sampai kejadian siswa MI di Pandaan tadi terjadi pada anak-anak kita ya, Moms. Coba terapkan tips di atas. Sebagai orangtua, coba masuk ke dalam dunia anak-anak kita, agar mereka tidak mencari dunianya sendiri.