Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seringkali moms harus ikut bekerja di luar rumah. Membangun karir dan membiarkan buah hati dirawat sang nenek atau pengasuh. Namun moms tak perlu berkecil hati dalam menjalani ini semua. Kegiatan yang banyak di luar rumah demi memenuhi kebutuhan nyatanya memiliki dampak positif bagi Anak. 

Selain itu moms juga memiliki dampak positif bagi perkembangan buah hati. Berikut 4 dampak positif bagi anak bagi moms yang bekerja di luar rumah.

Anak Akan Lebih Mandiri

Saat moms harus bekerja di luar rumah tentu mengharuskan semua hal serba disiplin. Kebiasan ini membuat mereka lebih menghargai waktu dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Disamping itu ada banyak hal yang dia lakukan tanpa bantuan moms membuat mereka lebih mandiri. Melihat kesibukan yang moms jalani dengan tuntutan waktu yang serba cepat.

Mereka secara perlahan mencontoh untuk mengatur waktu dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bahkan mereka mulai menjalani kegiatan lebih tertata terutama kegiatan pokok sehari-hari seperti waktu makan, bermain, belajar dan beristirahat.

Anak Akan Lebih Mandiri
baca juga

Mencontoh Etos Kerja Moms

Anak-anak terbentuk dari lingkungan dan semua halyang dia. Lingkungan serba disiplin membuatnya lebih disiplin. Begitu pun jika yang dia lihat orang-orang pekerja keras seperti moms. Tentu peluang menjadi orang yang sama juga besar. Segala aktivitas moms di kantor dan di rumah membuat moms bak pahlawan. Karena moms mampu menjalani dua peran sekaligus pencari nafkah dan ibu untuk anak-anak Anda. Etos kerja yang moms tampilkan di lihat anak-anak bisa buat bekal mereka di masa depan.

Mencontoh Etos Kerja Moms

Anak Memiliki Rasa Percaya Diri Tinggi

Mungkin sekilas moms memiliki waktu terbatas untuk anak-anak karena harus pergi ke kantor. Namun demikian menjalani dua peran sekaligus memerlukan banyak inisiatif agar kedua peran berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan. Sikap dan keputusan yang moms tunjukkan nyatanya membuat anak lebih percaya diri lho. Rasa percaya dirinya lebih berkembang secara perlahan ketika Moms mendorong untuk melakukan banyak hal tanpa Anda.

Rasa percaya dirinya tumbuh seiring dengan kehadiran kemandiriannya. Semakin besar rasa percaya dirinya makin terlihat dan tercermin dari keputusan yang sudah dia buat baik saat di sekolah ataupun bermain di lingkungan rumah bersama kawan sebayanya.

Anak Memiliki Rasa Percaya Diri Tinggi
baca juga

Buat Anak Percaya Emansipasi Memang Nyata

Sebagai ibu sekaligus wanita yang memiliki karir di kantor membuat moms megajarkan imansipasi wanita bukan sebatas teori. Ini menjadi bekal anak perempuan Anda di masa depan, sehingga dia memiliki pandangan terbuka bahwa wanita bisa memiliki karir sekaligus menjadi ibu. Sedangkan untuk anak laki-laki mereka juga dapat mengerti bahwa pekerjaan rumah tangga tak melulu dikerjakan oleh perempuan. Saat dewasa dia sangat menerima adanya emansipasi wanita yang terjadi di tengah masyarakat. Dia pun tak kaku dan lebih luwes dalam membangun rumah tangga.

Buat Anak Percaya Emansipasi Memang Nyata

Komitmen Ibu Bekerja Atas Keluarga

Menjadi wanita karir sekaligus seorang butuh kerja keras moms. Hal ini tidak melulu soal penghasilan yang didapat untuk memenuhi kebutuhan, tapi juga  waktu. Pekerjaan di luar rumah membuat moms memiliki waktu terbatas untuk buah hati. Hal ini tentu bisa berjalan secara baik karena ada komitmen.

Cobalah bicarakan dengan suami dalam membagi waktu untuk mengasuh, sehingga pekerjaan moms dan ayah tetap berjalan, perhatian ke anak tidak berkurang. Jika Anda memutuskan untuk mengambil pengasuh, pastikan pola pengasuhan yang ingin moms rasakan untuk anak benar-benar terlaksana meski melalui tangan pengasuh.

Anda bisa mengajarkan kepada pengasuh anak Anda bagaimana anak dia harus bersikap. Merancang permainan atau jadwal keseharian untuk anak selama dengan pengasuh bisa jadi pilihan. Jadi meski anak banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh seluruh cara dan stimulasi yang anak butuhkan semuanya atas kuasa moms. Buat panduan untuk sang pengasuh dalam mengasuh si kecil berupa buku panduan.

Komitmen Ibu Bekerja Atas Keluarga

Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

Keputusan seorang wanita untuk memutuskan kembali bekerja harus mempertimbangkan kebutuhan diri dan keluarga. Setelah melahirkan moms mungkin sudah mulai berpikir untuk kembali bekerja terutama saat kondisi Anda sudah membaik. Meski demikian moms harus mempertimbangkan beberapa hal termasuk buah hati Anda yang baru saja lahir. Agar dia mengenal Anda sebagai ibunya 3-4 bulan setelah melahirkan bisa menjadi waktu yang tepat untuk kembali bekerja.

Meski demikian jika bekerja tak mendesak diperlukan pertimbangkan untuk bekerja saat anak minimal berusia satu tahun. Hal inai karena tahun pertama buah hati Anda bukan hanya waktunya mengenal Anda dan dunia. Stimulasi dan semua pembentukan awal atas fisik dan kepribadiannya ditentukan. Jangan sampai kehilangan momen tersebut. Jangan biarkan dia mengenal dunia tanpa kehadiran penuh moms.

Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

Untuk memutuskannya coba berpikir dalam jangka panjang. Apalagi jika si kecil mengonsumsi ASI. Karena memberi ASI tak sebatas memberi minum ASI semata. ASI Perah dari dot meski memiliki kandungan yang sama akan berbeda dengan sang buah hati meminum langsung dari payudara Anda. Ada banyak yang berkembang saat anda menyusui langsung. Mulai dari insting keibuan Anda yang terus meningkat, kenyamaan yang moms ciptakan untuk buah hati dan menjadi bekal dia tumbuh nantinya, hingga kualitas kepribadiannya karena dibentuk oleh moms sendiri dan bukan oleh pengasuh di penitipan anak.