Seperti dilansir Haibunda, Titi Kamal baru saja mengungkapkan kisah sedihnya karena harus menjalani kuret setelah syuting film terbarunya, Makmum. Istri Christian Sugiono ini mengaku bayi dalam kandungannya di kehamilan ketiga tidak berkembang.

Jadi, Moms, mau tidak mau Titi, begitu dia biasa disapa, harus menjalani tindakan kuret. Meski merasa sedih dan kehilangan, Namun Titi mengaku ikhlas. Menurut Titi, penyebab janin dalam perutnya tidak berkembang bukan karena syuting yang dilakukannya.

Janin 8 Minggu Titi Kamal Dikuret, Ini Cara Pemulihan Fisik dan Mental Pasca Kuret
source: https://www.instagram.com/titi_kamall/
"Kalau begitu-gitu memang biasanya bukan karena syuting. Aku sebelum Juna juga gitu. Aku ada bligted ovum. Itu memang wajar," tutur Titi.
source: https://www.instagram.com/titi_kamall/

Pemulihan Fisik dan Mental Pasca Kuret

Dikutip dari Healthline, biasanya pada ibu hamil, kuret dilakukan untuk mengangkat jaringan yang tertinggal di dalam rahim setelah keguguran atau melahirkan. 

Menurut praktisi kesehatan holistik, Dr.Debra Rose Wilson, setelah menjalani kuret, umumnya secara fisik tubuh merasa mudah lelah. Selain itu, ibu bisa mengalami kram selama satu atau dua hari setelah kuret dilakukan.

Pemulihan Fisik dan Mental Pasca Kuret
source: https://www.instagram.com/titi_kamall/
"Pendarahan ringan biasa terjadi setelah kuret, jadi sebaiknya gunakan pembalut menstruasi dan jangan gunakan tampon karena bisa menyebabkan infeksi," ujar Wilson
source: https://www.instagram.com/titi_kamall/

Untuk mengatasi kram, dokter biasanya meresepkan obat penghilang rasa sakit. Jika tidak ada, sebaiknya Bunda tanyakan obat yang bisa membantu mengatasi ketidaknyamanan ini.

Untuk mengatasi kram, dokter biasanya meresepkan obat penghilang rasa sakit. Jika tidak ada, sebaiknya Bunda tanyakan obat yang bisa membantu mengatasi ketidaknyamanan ini.

Para pasien menjalani proses kuret. Dua minggu setelahnya, mereka diberi kuisioner berisi pertanyaan soal ekspektasi diri, pengalaman saat keguguran, kondisi saat itu, dan perencanaan ke depan. Dari hasil survey, diketahui tidak ada peningkatan pada kadar kecemasan dan depresi ibu yang mengalami abortus spontan lalu menjalani kuret, dibandingkan dengan ibu bekerja yang sehat dan tak hamil usia 19 - 39 tahun.

Namun, pada dasarnya dukungan tetap perlu diberikan baik berupaperhatian atau perilaku seperti menawarkan bantuan pada pasangan yang baru saja kehilangan anak. Dengan begini, pemulihan mereka secara mental atau fisik lebih cepat.

Jadi, jika Moms terpaksa harus menjalani kuret, jangan terlalu khawatir dengan kondisi setelahnya ya, Moms.