Moms, lagi-lagi pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta, Dian Sastro kembali berbagi informasi dan pengalaman tentang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan spektrum autisme. Kali ini, Dian, begitu dia biasa disapa, menceritakan bagaimana anaknya lebih tertarik dengan penjelasan yang menggunakan media gambar.

Dilansir dari laman Detik, Dian selalu menggunakan gambar atau visual sebagai medianya dalam berkomunikasi dengan anak. Ini dilakukan agar si anak bisa lebih memperhatikan dan mengerti apa yang disampaikan olehnya.

Dian Sastro Pilih Media Gambar Sebagai Alat Komunikasi dengan Anaknya
source: https://www.instagram.com/therealdisastr
"Saya juga punya pengalaman, karena biasanya anak yang pertama saya dalam spektrum autisme lebih tertarik ke visual, daripada menjelaskan dan mendengar dengan audio," katanya saat ditemui di sebuah acara, di daerah Jakarta Selatan, Rabu (20/11).
source: https://www.instagram.com/therealdisastr

Dian mengaku, biasanya dia menjelaskan seseuatu pada putra sulungnya dengan gambar konsep. Dengan begitu, putra pertama Dian jauh lebih fokus jika dibandingan ketika Dian menjelaskan sesuatu secara verbal.

Tidak hanya saat berkomunikasi saja. Menurut Dian, dia biasanya bercerita dengan buku cerita dalam bentuk gambar. Dan itu membuat anaknya menjadi lebih tertarik dan fokus dengan cerita yang diceritakan.

Cara ini menjadi salah satu yang selalu diterapkan oleh Dian pada anaknya. Menurutnya, menggunakan seni gambar atau visual lebih bisa mendapatkan perhatian dari anak yang memang berkebutuhan khusus seperti anaknya.

Tips Berkomunikasi dengan Penyandang Autisme

Selain media gambar yang dipilih Dian Sastro untuk berkomunikasi dengan anaknya, ada cara lain yang bisa dianjurkan ketika berkomunikasi dengan ABK. Anak-anak penyandang autisme biasanya dilihat dari dua segi permasalahan yang dialami anak tersebut; segi verbal dan segi performa. Jika dilihat dari segi verbal maka anak tersebut mengalami kesulitan di bidang komunikasi interaksi sosial. Sedangkan jika dilihat dari segi performa maka anak tersebut sulit memproses gambaran visualisasi atau menyelesaikan suatu permasalahan.

Pengunaan kalimat kiasan, abstrak, atau memiliki makna ganda harus dihindari ketika berbicara dengan anak autisme. Penyederhanaan kalimat juga harus dilakukan agar ABK dapat mudah memahami ucapan kita. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan instruksi yang jelas terhadap mereka.

Tips Berkomunikasi dengan Penyandang Autisme
source: https://www.haibunda.com/

Sebagian dari anak autisme memang cukup hiperaktif, namun dalam beberapa konteks lainnya merasa bisa saja menjadi pasif dan menjadi begitu tidak peka terhadap lingkungannya. Karena hal tersebutlah anak-anak penyandang autisme sulit dalam berinteraksi sosial. Sifat hiperaktif juga bisa dipicu dari pola makan mereka, semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi semakin hiperaktif pula perilaku mereka.

Karena itu, Moms, dukungan dari orangtua yang bisa menerima dan memahami keadaan anaknya yang berkebutuhan khusus akan memberi kemudahan bagi orang-orang di sekeliling si anak untuk berkomunikasi dengannya. Karena melalui bimbingan orangtua, anak-anak belajar untuk lebih bisa memahami dirinya dan orang-orang di sekitarnya.