Dilansir dari Detik, setelah video pemukulan tersebut viral, polisi setempat langsung mengambil tindakan walaupun belum ada laporan yang masuk. Besoknya pelaku dan korban dimintai keterangan di Polsek Limbangan dan berlanjut ke Mapolres Kendal. Menurut polisi, kasus ini termasuk kasus kekerasan rumah tangga.

Alasan penganiayaan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini bermula ketika pelaku jijik dengan bau amis ikan. Korban yang merupakan kakek sendiri, memindahkan ikan wader ke bak mandi lantaran kolam ikan sedang rusak. Korban yang berusia 65 tahun ini kemudian memberikan makan pelet ikan ke dalam bak mandi. Kejadian inilah yang memicu amarah dari pelaku. "Agak risih, kan. Ikan-ikan sudah aku taruh tempat lain, kok dimasukkan ke bak mandi," kata Yusminardi.

Alasan penganiayaan
source: http://www.health.detik.com
baca juga

Ada alasan lain

Ternyata kemarahan yang diungkapkan ke sang kakek tidak hanya mengenai ikan saja, namun pelaku sedang dirudung masalah yang lain. Menurut sang ayah pelaku, Imam Turmudzi, Yusminardi mungkin sedang frustasi karena tidak mendapatkan pekerjaan di Indonesia, setelah dirinya bekerja 4 tahun di Malaysia. Sudah 5 bulan, Yusminardi belum mendapatkan pekerjaan. Hal ini mungkin menjadi salah satu alasan, mengapa Yusminardi meluapkan kemarahannya pada kakek sendiri.
Ada alasan lain
source: http://www.news.detik.com

Menyesal dan minta maaf

Setelah mengetahui dirinya memukul sang kakek, Yusminardi langsung menyesal saat itu. Karena ia telah memukul kakek yang telah mengasuhnya sejak kecil. "Langsung nyesel saya, bertahun-tahun ikut Mbah, kok saya main tangan, nyesel saya," ujarnya. Saat diproses di Polres Kendal, kasus ini diharapkan diselesaikan dengan kekeluargan. Didampingi oleh ayah pelaku,  upaya damai masih bisa dilakukan bila kedua belah pihak setuju.

Ayah dari pelaku, Imam juga mengatakan anaknya sudah meminta maaf dan sangat menyesal atas kelakuan yang diperbuat. "Sedang diusahakan untuk kekeluargaan. Anaknya sudah minta maaf, sudah nangis-nangis. Mbahnya juga sudah memaafkan. Sebenarnya sudah langsung menyesal dia. Anaknya aslinya tidak begitu," kata Imam. Sedangkan sang kakek saat ini mengaku tidak merasakan sakit dan dalam kondisi yang sehat. "Tidak apa-apa kok, sudah sehat," kata korban dengan bahasa Jawa.

Menyesal dan minta maaf
source: http://www.news.detik.com

Lantaran video adegan pemukulan tersebut sudah viral, kanal Youtube dan Iyus Sinting jadi sasaran amarah netizen. Menurut mereka, apa yang dilakukan Iyus sangatlah tidak pantas dan termasuk dalam ranah kekerasan terhadap orang. Beberapa hujatan dan makian ditujukan kepada pemuda asal Jawa Tengah itu.

baca juga

Emosi tidak stabil

Emosi Iyus yang meledak-ledak menjadikan dirinya tak terkendali. Meski kemarahannya bukan hanya perihal ikan di bak mandi saja, namun perilaku tersebut tidak seharusnya dilakukan.

Dilansir dari DetikHealth, seorang psikolog, Nuzulia Rahma Tristinarum, mengatakan, "Ketika seseorang marah melebihi kadar wajar itu berarti orang tersebut sangat tertekan" ujarnya. Menurut Nuzulia, ada akumulasi kemarahan yang terjadi sebelumnya, bisa jadi sudah berlangsung lama tapi masih dipendam. Dan akumulasi kemarahan ini dapat meledak pada waktu tertentu.

Ciri mengidap gangguan jiwa

Emosi yang meledak-ledak ini merupakan salah satu gangguan dalam mengatur emosi. Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, mengatakan bila kejadian (emosi meledak-ledak) ini terus berulang, ada baiknya untuk konsultasi ke profesional karena bisa menjadi ciri-ciri mengidap gangguan jiwa.

"Beberapa gangguan kejiwaan seperti gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat, skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, juga memiliki tanda dan gejala marah yang tidak terkontrol," kata dr Lahargo kepada tim DetikHealth. Menurutnya marah yang terlalu hebat dan terus menerus dapat mengganggu kehidupan diri sendiri dan lingkungan.

Ciri mengidap gangguan jiwa
source: http://www.apa.org
Tindakan yang dilakukan Iyus tidaklah pantas untuk dilakukan. Seperti yang disampaikan dr. Lahargo, diperlukan manajemen emosi agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Apabila memiliki salah satu tanda gangguan jiwa seperti marah yang meledak-ledak, ada baiknya konsultasikan kepada profesional. Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Semoga kasus Iyus bisa menjadi pembelajaran kita semua ya, Moms.