1. Sejarah angkringan

Dilansir dari DetikFood, angkringan sudah ada semenjak tahun 1950 dan yang menjadi pelopor pertamanya adalah Mbah Pairo. Angkringan dulu dimkasudkan untuk menaklukan kemiskinan yang melanda kala itu. Sebelum menggunakan gerobak, angkringan menggunakan pikulan yang disebut dengan hik. Saat ini, angkringan menggunakan gerobak yang didorong dan menetap di suatu tempat, lengkap dengan meja dan kursi atau tikar.

Nama angkringan ini diambil dari Bahasa Jawa "ngangkring" yang berarti duduk dengan naiknya satu kaki. Dalam budaya Jawa, perilaku ini dianggap tidak sopan dan namun kerap dilakukan. Banyak masyarakat di Jawa kala itu menikmati makan dengan cara menaikkan kaki satu di atas kursi. Perilaku ini membuat aktivitas makan menjadi lebih nyaman walau dicap tidak sopan.
1. Sejarah angkringan
source: http://www.food.detik.com

2. Menu angkringan

Angkringan identik dengan nasi kucing. Disebut nasi kucing, karena porsi nasinya sangat kecil, mirip dengan porsi makan kucing peliharaan. Karena porsinya yang kecil, beberapa orang tidak cukup hanya makan 1 bungkus. Biasanya nasi kucing terdiri dari orek tempe atau teri pedas di dalamnya.

Tak hanya itu, angkringan juga menyediakan makanan pelengkap untuk nasi kucing. Kebanyakan menyediakan menu sate, seperti sate usus, sate ati ampela, sate telur dan sate karang. Ada pula beragam gorengan dan tahu tempe bacem. Untuk minumannya, angkringan menyajikan minuman dari teh, jeruk, wedang jahe, kopi, hingga minuman sachet yang diseduh.

2. Menu angkringan
source: http://www.bonvoyagejogja.com
baca juga

3. Wedang jahe dan kopi joss

Bila menemui angkringan di Jogja, banyak yang memesan minuman wedang jahe ataupun kopi joss. Wedang jahe pada dasarnya adalah jahe yang dibakar terlebih dahulu lalu dicelupkan ke dalam air panas. Wedang jahe dapat divariasikan dengan menambah gula ataupun susu.  Aromanya yang wangi dan rasa hangat yang didapat membuat banyak orang menggemari minuman ini. Selain itu, jahe juga memiliki banyak manfaat, seperti menyembuhkan sakit tenggorokan hingga menjaga kekebalan tubuh.

Sedangkan kopi joss adalah kopi hitam yang dicelupkan arang di dalamnya. Walaupun terdengar aneh, namun rasa kopi joss ini ternyata enak. Arang pada kopi menambah cita rasa dan juga membuat kopi tetap hangat. Arang juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh, salah satunya dalam melarutkan racun-racun dalam tubuh.
3. Wedang jahe dan kopi joss
source: http://www.steemit.com

4. Tempat berkumpul

Karena buka pada malam hari dan menempati lokasi yang strategis, angkringan selalu menjadi tempat berkumpul. Tidak hanya makan dan minum, orang-orang asyik bercengkrama di angkingan. Walaupun tempatnya sederhana dengan lampu yang temaram, tidak menyurutkan orang-orang untuk bertandang ke angkringan terus menerus.

Saat ini cukup banyak angkringan yang bisa ditemui di kota seperti Jogja. Selain karena harganya yang murah dan lokasinya strategis, orang-orang betah 'ngangkring' karena suasananya yang nyaman. Ngobrol menjadi lebih santai dan rileks. Sekarang pun banyak angkringan yang menyediakan tempat yang lebih besar, seperti menyediakan meja dan kursi tambahan ataupun menggelar tikar yang cukup lebar.
4. Tempat berkumpul
source: http://www.detik.com
baca juga

5. Sampai ke Jepang

Konsep angkringan di Jogja ini menarik seniman asal Jepang, Jun Kitazawa. Jun membuat angkringan lengkap dengan tenda-tendanya dan membawanya keliling di kota Tokyo. Sontak, angkringan sebagai instalasi seni Jun menarik perhatian warga. Tak hanya itu, instalasi seni angkringan yang diberi nama 'Nowhere Oasis' ini membuat media sosial heboh karenanya.

Tidak hanya gerobak angkringan saja, Jun menyediakan menu angkringan lengkap dengan makan dan minumnya. Bahkan orang-orang bisa bertransaksi dan menikmati hidangan di sini. Jun tertarik dengan konsep angkringan karena menurutnya angkringan adalah tempat makan unik. Di mana biasanya restoran memperlihatkan tempat makan atau menu makanannya, namun di angkringan, semuanya tertutup. Tapi di balik itu, sajian makanan lengkap dengan suasana yang nyaman. Jun mempelajari konsep angkringan ini selama ia tinggal di Jogja.
5. Sampai ke Jepang
source: http://www.facebook.com/junkitazawa
Ternyata di balik gerobak sederhana angkringan terdapat sejarah, fakta dan cerita menarik. Bahkan seorang seniman Jepang 'jatuh cinta' pada angkringan. Dengan harga yang terjangkau dan suasana yang nyaman, angkringan selalu mempunyai tempat di hati penggemarnya. Kalau Moms sendiri, suka makan di angkringan, tidak?