Semakin usianya bertambah proses perkembangan gerak anak semakin banyak. Perkembangan gerakan inilah yang disebut dengan motorik. Motorik sendiri terbagi menjadi dua kasar dan halus. Motorik kasar biasanya berhubungan dengan gerakan dan keseimbangan tubuh si kecil. Hal ini telah moms stimulasi sejak bayi. Sementara menginjak usia batita anak sudah mulai harus distimulasi motorik halusnya. Motorik halus sendiri adalah melatih anak untuk memfungsikan otot-otot kecilnya seperti gerakan jari tangan.  

Ini perlu distimulasi, guna untuk mempersiapkan belajar menulis saat sekolah nanti. Motorik halus juga berguna agar si kecil mampu memengkoordinasikan kecepatan tangan dengan mata serta mengembangkan kemampuannya  mengendalikan emosi. Proses stimulasi sendiri dapat dilakukan dengan macam-macam mainan, seperti berikut ini.

Tanah Liat atau Lilin Mainan Aneka Warna

Membentuk tanah liat atau mainan lilin aneka warna berguna melatih motorik halus anak. Hal ini karena ketika anak mencoba membentuk benda sesuai dengan imajinasinya, dia akan mengambil dan membagi adonan dalam potongan-potonga kecil untuk membentuk hal yang dia inginkan. Jika tanah liat sulit didapatkan dan kotor bagi moms, bisa menggunakan adonan lilin warna-warni. Kini sudah banyak dijual bebas di toko mainan dan bahan yang digunakan aman untuk si kecil.

Tanah Liat atau Lilin Mainan Aneka Warna
baca juga

Menyusun Balok

Perkembangan motorik halus si kecil juga bisa berkembang dengan baik, Jika moms stimulasi dengan bermain balok warna-warni.  Proses menyusun memungkinkan anak berkhayal dan berimajinasi. Saat menaruh balok dia akan berhati-hati dan menjaga balok tidak jatuh. Membutuhkan fokus, kegiatan ini juga melatih fokus si kecil. Bermain balok untuk stimulasi motorik halus tak melulu disusun tapi juga bisa ditambahkan ke tempat satu ke tempat lainnya. Potongan balok lebih kecil lebih disarankan untuk bermain memindahkan.

Menyusun Balok

Bermain Puzzle

Bukan rahasia lagi, jika puzzle menjadi mainan favorit untuk melatih motorik anak. Terutama motorik halus. Ketika bermain puzzle si kecil mencoba untuk mencocokkan gambar dan warna. Proses merangkai inilah yang akan melatih motorik halusnya. Semakin banyak dia bermain dan berhasil semakin rasa peryaca dirinya bertambah. Ini menjadi bekalnya untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Hasilnya akan nampak ketika anak bersama teman-temannya. Apakah mudah berbaur dan memulai pertemanan atau sebaliknya.

Bermain Puzzle
baca juga

Bermain Origami

Bermain melipat dan menggunting kertas juga bisa menjadi permainan untuk menstimulasi motorik halus anak. Saat melipat anak mencoba mengukur ketepatan kertas hingga membentuk sebuah bentuk yang diainginkan. Hal ini membuat daya kreativitasya makin berkembang. Dengan kertas origami yang warna-warni orang tua juga bisa mengajarkan warna. Ajarkan melipat kertas dari bentuk sederhana mulai membuat pesawat terbang, kapal, hingga lipatan rumit seperti membuat ikan ataupun burung dari kertas origami.

Bermain Origami

Bermain Karet Gelang dan Cetakan Pasir

Merangkai karet gelang juga bisa melatih otot-otot kecil tangan buah hati Anda. Ajarkan bagaimana merangkai karet satu persatu. Warna-warni karet yang ada juga bisa moms minta pisahkan dulu sebelum dirangkai. Setelah dirangkai moms bisa bermain karet bersama. Sementara itu, bermain pasir memang kotor moms, tapi ini bisa rangsang motorik anak. 

Saat anak mencoba memasukkan pasir dengan skop ke wadah, lalu menyetak dan membuangnya. Sekilas nampak bermain biasa saja. Namun ini bagi si kecil dalam melakukan kegiatan tersebut membutuhkan koordinasi antara otot tangan, mata, dan daya kreativitasnya. Saat mencoba menyetak pasir dan membuat bentuk yang dia inginkan daya imajinasinya pun bermain.  

Bermain Karet Gelang dan Cetakan Pasir

Masak-Masakan

Sekilas bermain masak-masakan hanya menyebar mainannya dan membuat berantakan. Saat bermain anak berimajinasi. Ini baik untuk mengembangkan kreativitasnya. Apalagi saat bermain masak-masakan anak bersama temannya akan melatih intrapersonal si kecil. Melatih untuk menentukan peran, dan bekerjasama. Masak-masakan membuat si kecil mengenal dengan perkakas dapur, bahan-bahan makanan dan makanan yang dihidangkan.

Masak-Masakan

Bermain Bola

Salah satu mainan di luar rumah yang paling favorit adalah bermain bola. Terdengar klasik memang,  namun bermain bola banyak menstimulasi si kecil dan melatih motorik kasar dan halus. Saat bermain bola bersama temannya banyak skilll yang dia pelajari. Mulai dari arah, saat menendang bola ke gawang, dan menjaga gawang sendiri. Bekerjasama tim dan warna, tekstur. Selain itu dia juga belajar ruang lingkup, karena permainan dilakukan di lapangan.

Bermain Bola