Dilansir dari ScienceAlert, sekelompok tim peneliti dari Cornell University menemukan fakta bahwa guncangan keras pada kepala yang ditujukan untuk mengeluarkan air dari telinga dapat menyebabkan kerusakan otak, khususnya pada wanita. Dalam penelitian, para peneliti berfokus pada percepatan dan guncangan keras yang diperlukan untuk mengeluarkan air dari saluran telinga.

Dalam hal ini, percepatan dan guncangan keras yang ditampilkan dalam tabung kaca dan saluran telinga yang dicetak 3D berada pada kisaran 10 kali kekuatan gravitasi untuk ukuran telinga bayi.

Mengguncang Kepala Saat Kemasukan Air Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Ini Penjelasannya
source: https://www.siasat.com/

Namun, pahami bahwa ini merupakan sebuah temuan awal yang melibatkan eksperimen yang mensimulasikan tingkat kekuatan yang terlibat dalam guncangan kepala tanpa melibatkan manusia. Dengan kata lain, para peneliti masih belum dapat membuat hasil penelitian ini sebagai bukti klinis tentang kerusakan otak akibat dari guncangan kepala. 

Meskipun begitu, penelitian ini masih bisa digunakan sebagai landasan yang valid tentang apa yang seharusnya tidak dilakukan jika air tersangkut di telinga. Guncangan kepala untuk mengeluarkan air bukanlah satu cara yang aman untuk dilakukan. 

Mengguncang Kepala Saat Kemasukan Air Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Ini Penjelasannya
source: https://www.sciencealert.com/

Untuk mengukur kekuatan yang diperlukan untuk mengeluarkan air dari telinga, tim peneliti merekayasa tabung kaca dengan berbagai ukuran diameter, yang dimaksudkan untuk bekerja sebagai replika saluran telinga manusia yang sebenarnya. Mereka merancang telinga palsu senyata mungkin dengan mencetak 3D model berdasarkan saluran telinga dari kepala manusia.

baca juga

Mereka kemudian memasukkan air ke dalam tabung gelas untuk mengukur berapa besar gaya gravitasi yang diperlukan untuk mengeluarkan air.

Mengguncang Kepala Saat Kemasukan Air Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Ini Penjelasannya
source: http://www.johnlund.com/

Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan guncangan untuk mengeluarkan air dari saluran telinga sangat tergantung pada volume dan posisi cairan yang terperangkap di dalam tabung. Para peneliti juga menemukan bahwa akselerasi kritis berada di urutan 10 g dapat menyebabkan kerusakan serius pada otak manusia.

Ketahui juga bahwa kasus ini bisa sangat beresiko jika terjadi pada anak-anak karena jumlah percepatan yang lebih besar diperlukan untuk mengeluarkan air yang terperangkap dalam tabung berukuran lebih kecil.

Mengguncang Kepala Saat Kemasukan Air Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Ini Penjelasannya
source: https://www.youtube.com/watch?v=NMlE7swfs_g

Dengan kata lain, hindari kebiasaan mengguncangkan kepala untuk mengeluakan sumbatan air di telinga. Cobalah beberapa cara lain seperti berbaring miring dengan telinga yang tersumbat di bagian bawah. Selain itu, menyentak daun telinga juga bisa dilakukan untuk membantu air keluar dari saluran telinga.