Mengutip HealthDetik, di Indoneisa angka penularan HIV (Human Imunodificiency Virus) tidak hanya meningkat pada ibu rumah tangga. Tren ini juga cenderung naik pada populasi LSL (lelaki seks lelaki) atau gay. Padahal, pada tahun sebelumnya, angka kasus HIV pada kelompok tersebut dilaporkan rendah.

Menurut Hanny Nilasari, Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia, selama ini yang menjadi perhatian adalah populasi LSL, dan diperkirakan jumlah ibu rumah tangga dan LSL yang terjangkit virus HIV akan semangkin meninkat.

Duh, Kasus HIV Meningkat di Kalangan Ibu Rumah Tangga! Bagaimana Cara Pencegahannya?
source: https://health.detik.com/
"Yang menjadi perhatian adalah populasi LSL. Jadi diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus pada ibu rumah tangga dan populasi LSL," sebut Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia Hanny Nilasari.
source: https://health.detik.com/

Hanny menjelaskan, terjadi pergeseran kalangan yang terinfeksi HIV sejak tahun 2000. Saat awal kemunculan HIV, populasi terbanyak pengidap HIV adalah pelanggan waria, pelanggan wanita pekerja seks dan pengguna narkoba jarum suntik. Namun sejak tahun 2005 sampai saat ini, terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan di kalangan ibu rumah tangga dan kelompok LSL.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan di kelompok ibu rumah tangga, terdapat 16.884 orang yang tercatat mengidap HIV. Sementara LSL, dari tahun 2010 hingga Juni 2019, jumlah pengidap HIV sebanyak 53.082 orang. Padahal pada saat awal, populasi pengidap HIV terbanyak adalah pada pelanggan waria, wps (wanita pekerja seks), dan populasi risiko tinggi.

Duh, Kasus HIV Meningkat di Kalangan Ibu Rumah Tangga! Bagaimana Cara Pencegahannya?

Ada beberapa faktor risiko penularan HIV terbesar. Di antaranya hubungan seks berisiko heteroseksual, penggunaan alat suntik yang tidak steril, homoseksual dan penularan melalui perinatal atau ibu pada janin.

baca juga

Kenapa Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terkena HIV/ AIDS?

Mungkin banyak orang menilai bahwa orang-orang yang paling berisiko tertular HIV, yaitu virus penyebab penyakit AIDS, adalah mereka yang berhubungan seks sesama jenis atau mereka yang menjadi pekerja seks komersial.

Namun, ternyata ada kelompok lain yang juga tidak boleh dipandang sebelah mata dalam penanganan AIDS, yaitu para ibu rumah tangga. Mengapa bisa begitu?

Usaha pencegahan penyebaran dan penularan HIV pada kelompok ibu rumah tangga menemui beberapa hambatan. Misalnya karena mereka sedang hamil sehingga menolak untuk menjalani tes HIV. Selain itu, mereka menolak biasanya juga karena merasa malu, tabu, atau sudah merasa bahwa ia dan pasangannya tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain. 

Kenapa Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terkena HIV/ AIDS?

Dikutip Hellosehat, menurut Yusniar Ritonga, seorang konselor HIV/AIDS, hanya ada 10 persen orang yang bersedia ikut dalam tes HIV setelah mereka menikah. Padahal, seperti yang kita tahu, ada banyak cara penularan HIV/AIDS selain lewat hubungan seksual. Bisa dari pisau cukur, bisa dari jarum suntik, atau pun benda lain yang tidak steril dan pernah terkena darah dari pengidap AIDS.

Cara Pencegahan HIV

Meski risiko terjangkit virus HIV ibu rumah tangga meningkat, Moms masih bisa kok mencegahnya dengan beberapa cara berikut ini. Dikutip dari CNNIndonesia, berikut beberapa cara yang direkomendasikan Kemenkes RI untuk pencegahan penyakit mematikan HIV/AIDS.

  • Hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual berisiko atau menggunakan narkoba jarum suntik.
  • Bila sudah melakukan perilaku berisiko tersebut, segera lakukan tes HIV.
  • Bila tes HIV negatif, lakukan perilaku aman untuk mencegah tertular HIV.
  • Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, menggunakan kondom, serta menghindari penggunaan jarum suntik bergantian adalah pilihan terbaik.
  • Minum obat ARV sesuai dengan petunjuk dokter agar hidup tetap produktif.
Cara Pencegahan HIV
source: https://www.cnbcindonesia.com/

Nah Moms, mencegah lebih baik dari pada mengobati, kan? Jadi terapkan cara-cara yang telah disebutkan tadi agar Moms selalu sehat dan terhindari dari jangkitan virus HIV.