Stephanie Davis akhirnya melakukan tindakan transplantasi rambut di pada bagian jidatnya karena tidak tahan dengan bully yang diterimanya lantaran memiliki jidat dengan ukuran yang lebih lebar. Wanita yang masih berusia 26 tahun itu mengungkapkan bagaimana bully yang dialami seputar jidatnya telah dirasakannya bahkan sejak ia masih SMP. Tekanan yang dirasakannya karena bully-an dari orang-orang sekitarnya juga malah memperburuk situasi karena berdampak pada kerontokan dan menipisnya rambut. 

Lelah Dibully, Selebriti Ini Akhirnya Lakukan Transplantasi Rambut
source: https://heatworld.com/

Kondisi ini tentu membuat dirinya menjadi kehilangan kepercayaan diri. Jidat yang lebar dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak normal. Ketidakpercayaan diri yang dimilikinya semakin tinggi karena ia tampak selalu mengenakan wig ketika berpergian. Semua itu hanya untuk menutupi bagian jidatnya yang lebar. 

Tidak hanya itu, tekanan karena tampilan fisik yang terkesan tidak wajar membuatnya sangat tertekan hingga kerap menangis. Hanya karena jidat yang lebar, orang-orang mem-bully dan mengomentari tampilan fisiknya hingga ia menjadi tidak enak badan dan uring-uringan. Ia mengaku sering menangis seharian di kamar dan minum wine agar bisa lebih tenang.

Lelah Dibully, Selebriti Ini Akhirnya Lakukan Transplantasi Rambut
source: https://i.dailymail.co.uk/

Menyadari bahwa yang dialaminya sudah semakin parah, ia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan transplantasi rambut pada bagian jidat. Kini ia telah selesai dengan segala perawatan untuk transplantasi rambut. Ia sekarang sedang menantikan hasilnya pada awal tahun baru nanti. Semoga tindakan ini dapat membantunya merasa lebih baik dari tekanan dan komentar buruk yang selama ini dia terima.

baca juga

Sebagai pelajaran, pastikan untuk selalu mendidik anak-anak kita agar tidak terbiasa mengomentari bentuk dan tampilan fisik seseorang. Tidak ada orang yang bisa memilih seperti apa tubuhnya, apa warna kulitnya, dan seperti apa fitur wajahnya. Tekankan juga pada anak-anak bahwa hati dan perilaku adalah satu-satunya cara untuk mengenali diri, bukannya fisik.