Pikun merupakan gangguan kesehatan akibat menurunnya kemampuan mengingat dapat juga disertai dengan penurunan daya pikir otak. Biasanya penyakit ini sangat mudah menghinggapi manusia lanjut usia (manula) mulai dari usia 60 tahun ke atas. Secara medis, penyakit pikun terjadi akibat rusaknya sel otak secara terus menerus bahkan ada pula sebagian sel yang sudah mati.

Meskipun penyakit ini kerap kali dikaitkan dengan usia, namun bukan tidak mungkin juga penyakit ini bisa dialami oleh mereka yang masih muda. Ada banyak penyebab yang bisa mempercepat munculnya penyakit pikun, seperti:

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru
  1. Kekurangan oksigen di dalam otak
  2. Pola hidup yang buruk
  3. Kondisi kejiwaan yang tidak stabil (stres, depresi, gangguan kecemasan, dll)
  4. Mengkonsumsi obat-obatan serta alkohol secara terus-menerus
  5. Penyakit Alzheimer
Sebelum seseorang benar-benar terkena penyakit pikun, biasanya pada masa awal akan disertai dengan gejala-gejala seperti:
  1. Kesulitan mengingat dalam jangka pendek
  2. Sering kali kesulitan mengenali nama atau wajah seseorang
  3. Tersesat di lokasi yang sudah familiar
  4. Sering mengalami kebingungan
  5. Melakukan hal yang sama berulang kali
  6. Menceritakan sesuatu yang sama terus menerus
  7. Mengalami penurunan keahlian
  8. Kesulitan saat berbicara

Ternyata, penyakit pikun tidak mutlat dapat menyerang seseorang. Hal ini tergantung terhadap pola hidup dan rutinitas yang dilakukan. Nyatanya, penyakit pikun dapat dicegah sedari dini lho, Moms. Berikut cara asyik kurangi risiko pikun yang bisa Moms lakukan mulai dari sekarang:

1. Memperbaiki Pola Hidup

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru

Terkesan sangat klasik, namun ternyata pola hidup yang baik merupakan kunci kesehatan jangka panjang. Pola hidup mencangkup pola makan, pola istirahat hingga olahraga. Cobalah untuk memperbaikinya sedikit demi sedikit mulai dari mengganti junk food dengan makanan yang lebih sehat, mengganti minuman boba dengan jus buah asli, mengganti cemilan yang tinggi gula dengan buah potong yang lebih segar dan sehat. Penting juga untuk memperhatikan pola istirahat, Moms.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan, seseorang yang tidur selama 7 jam sehari terbukti memiliki kemampuan kognitif yang tinggi dibandingkan orang-orang yang kurang tidur. Pola makan dan istirahat yang baik tidak akan sempurna rasanya jika tidak dibarengi dengan olahraga yang teratur. Tak perlu muluk-muluk ke tempat gym atau olahraga angkat beban, Moms hanya perlu meluangkan waktu setiap pagi atau sore hari untuk sekedar berjalan kaki.

baca juga

2. Menulis Kegiatan Harian

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru

Bagi anak kelahiran tahun 90an, menulis kegiatan harian di buku harian merupakan sesuatu yang mengasyikkan. Senang, sedih dan perasaan lainnya dapat dicurahkan dalam sebuah tulisan tanpa takut seseorang mengetahuinya. Ternyata, cara ini cukup efektif lho untuk mengurangi risiko pikun di hari tua. Pasalnya, saat menulis Moms akan dipaksa untuk mengingat hal-hal atau peristiwa apa saja yang Moms lakukan seharian penuh. Menulis kegiatan harian di buku harian juga dapat menjadi terapi untuk mengurangi gangguan mental seperti stres, depresi, gangguan kecemasan hingga kesedihan. Bisa mulai dicoba lagi nih, Moms.

3. Luangkan Waktu Untuk Membaca Buku

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru

Di zaman teknologi seperti sekarang ini, orang-orang cenderung lebih sibuk bermain gadget dibandingkan membaca buku. Padahal, membaca buku sangat baik untuk menjaga kemampuan daya kognitif otak. Tak hanya itu, membaca buku juga bermanfaat untuk menstimulasi mental, mengurangi stres, memperbanyak kosakata, memperbaiki memori, meningkatkan kemampuan analisis serta meningkatkan konsentrasi. Cobalah untuk membaca 2 lembar per hari buku non-fiksi yang Moms suka. Membaca buku juga dapat meningkatkan kualitas diri. Jadi, jangan sampai lupa membaca buku ya, Moms.

baca juga

4. Melakukan Hobi yang Menyenangkan

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru

Kadang kala, para orang tua lebih banyak menghabiskan masa tuanya hanya dengan berdiam diri. Padahal, berdiam diri tanpa melakukan apa-apa menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat munculnya penyakit pikun. Untuk mensiasatinya, Moms bisa mulai menggeluti hobi disela-sela waktu kosong seperti menulis, mendengarkan lagu sambil menyanyi, menari, merajut atau bahkan melakukan hobi yang memacu adrenalin seperti hiking. Penelitian menunjukkan seseorang yang aktif melakukan hobinya dapat menekan risiko pikun di hari tua dan membuat hidup lebih bahagia.

5. Bermain Game Sederhana yang Mengasah Otak

5 Cara Sederhana Kurangi Risiko Pikun di Hari Tua, yang Terakhir Paling Seru

Last but not least, bermain game! Eits, jangan kaget dulu, Moms. Menurut penelitian yang pernah dilakukan di Amerika Serikat, para manula yang rutin bermain game sederhana di gadget mereka memiliki risiko terkena penyakit pikun lebih kecil dibandingkan orang-orang yang tidak. Ternyata, game tidak selalu memberikan efek negatif bagi pemainnya. Bermain game dipercaya dapat mengasah otak dan meningkatkan kemampuan analisis seseorang sehingga otak lebih banyak digunakan untuk berpikir. Hal ini dapat menstimulasi sel otak untuk terus berkembang.

Untuk pilihan game-nya, Moms bisa memulai dengan game sederhana seperti puzzle atau game yang melatih kosakata. Dijamin akan menyenangkan, tapi jangan sampai lupa waktu ya, Moms.