Melansir HealthDetik, Deputi Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Suriyatmi membenarkan 'takut zina' banyak menjadi alasan perkawinan anak sering dilakukan. Sebagian orang tua yang merasa ketakutan, memilih jalan ini sebagai suatu solusi.

Miskin dan Takut Zina Jadi Penyebab Maraknya Pernikahan Dini Pada Anak?
"Alasan tertinggi kedua setelah kemiskinan itu adalah menghindari zina, jadi kepercayaan mereka, dan ini juga bukan atas kehendak anak, tapi atas kehendak orang tua karena biasanya melihat anaknya pacaran, mereka khawatir anaknya melakukan perzinahan, atau kemudian hamil sebelum nikah sehingga itu akan memalukan keluarga," ujarnya saat ditemui detikcom di RPTRA Cibesut, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019).
source: https://health.detik.com/

Meskipun, faktanya menurut Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) perbuatan zina atau seks bebas tidak bisa dicegah dengan perkawinan anak. Hal ini malah akan menimbulkan kondisi mental anak terganggu sampai merasakan depresi yang berlebihan, bila tidak mendapatkan pendampingan yang baik.

Sutriyatmi, Deputi Sekretasi Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menambahkan, perubahan norma-norma sosial seperti menghindari zina tersebut, dapat diubah dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 22/PUU-XV/2017 yang memuat norma-norma sosial dapat menghapuskan perkawinan antara lain perkawinan seharusnya dilakukan oleh mereka yang telah memiliki kematangan mental dan fisik, sehingga pasangan dapat mencapai tujuan berumah tangga, terjaga kesehatannya termasuk kesehatan anak-anak yang dilahirkan.

baca juga

Cara Menghindari Zina dalam Islam

Sebagai orangtua wajar jika merasa was-was ketika anaknya, terlebih anak perempuan, dekat dengan lawan jenis. Pasti ada hal-hal yang dikhawatirkan. Sebagai manusia yang kadar keimanannya lemah, maka akan sulit sekali meredam gelora nafsunya dengan baik sesuai dengan tuntunan Agama. Potensi untuk melakukan hal- hal yang dilarang agama ternyata tidak kenal waktu, tempat dan usia. Meski sudah ada ikatan pernikahan kadangkala masih belum mampu meredamnya.

Untuk menyelamatkan umatnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan cara lain, dengan tujuan agar umatnya selamat dunia dan akhirat serta bahagia di dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Dilansir SuaraMuslim, berikut ini adalah cara bagaimana agar kita bisa terhindar dari zina:

Cara Menghindari Zina dalam Islam
  • Menumbuhkan Rasa Takut akan Adzab Allah. Ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita di mana pun kita berada. Allah akan membalas semua hal yang kita lakukan. Kebaikan akan berbalas kebaikan pun keburukan akan berbalas keburukan.
  • Mengingat dampak dan bahaya dari perbuatan zina. Karena zina tidak hanya bagi dirinya namun juga pada orang lain, seperti keluarga, ayah, ibu, maupun saudara-saudara. Dengan mengingat perihal ini kita akan berpikir ulang jika ingin melakukan zina. 
  • Hindari mendekati tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina.
  • Jangan mendekati hal-hal yang menjurus kepada perbuatan zina, seperti berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, atau membuka situs-situs yang berpotensi mendekatkan diri dari perbuatan zina, berkumpul dengan para pelaku zina, dan seterusnya.
  • Memilih teman bergaul yang saleh dan tidak suka mengunjungi tempat-tempat maksiat.
  • Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis-majelis taklim.
  • Membaca buku-buku keislaman yang secara spesifik mengingatkan pembacanya mengenai bahaya perzinaan.
  • Berpuasa dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menjaga diri dari perbuatan zina.
Nah Moms, jadi sebenarnya selain dengan perkawinan, ada cara-cara lain menghindarkan anak dari zina. Karena menikah tidak sekedar soal seks, tetapi juga soal kematangan mental. Semoga informasi ini bermanfaat, Moms.