Dilansir HealthDetik, menurut dr Sho'im Hidayat, Ahli Toksikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, HPHC (Harmful and Potentially Harmful Constituents) atau kandungan yang dapat berpotensi bahaya, yang dimiliki uap rokok elektrik, jika dibandingkan dengan rokok biasa atau konvensional itu jauh lebih rendah.

Asap Rokok atau Uap Vape, Mana yang Lebih Berbahaya Bagi Perokok Pasif?
source: https://health.detik.com/
"Dari penelitian-penelitian di luar negeri, ternyata rokok elektronik itu kandungan HPHC-nya dibandingkan dengan rokok bakar, itu jauh lebih rendah. Bahkan, sampai 90 persen lebih rendahnya," ucap dr Sho'im, saat ditemui detikcom, pada Senin (2/12/2019).
source: https://health.detik.com/

Secara teknis memang asap rokok mengandung kandungan zat yang bernama Tar. Tar dihasilkan akibat proses pembakaran pada tembakau, dan mengandung senyawa karsinogenik yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti jantung dan kanker. Tidak seperti vape, yang hanya dipanaskan sehingga tidak terkandung zat Tar didalam uapnya.

Mana yang Lebih Berbahaya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Kadek Dian Lestari menjelaskan bahwa risiko yang akan diterima oleh perokok pasif, saat menghirup uap vape akan lebih rendah, jika dibandingkan dengan asap rokok.

Mana yang Lebih Berbahaya?
source: https://health.detik.com/
"Yang elektronik itu kan dipanaskan, jadi dia dikatakan tidak mengandung Tar. Jadi, risikonya lebih berkurang," kata dr Kadek.
source: https://health.detik.com/

Namun, karena belum adanya penelitian di Indonesia terhadap bahaya vape ini, dan hanya mengacu pada pelitian dari luar negeri. Maka, perlu dilakukannya penelitian yang berada di dalam negeri, agar keresahan dan kebingungan ini bisa terjawab.

"Jadi untuk pastif (bahaya) atau tidaknya, kita lihat penelitian mana yang kita baca dari sumber mana, saya pun belum bisa mempastikan itu lebih rendah atau tidak, untuk konvensional atau yang rokok elektronik. Jadi, tetap kita harus melakukan penelitian karena rokok elektronik yang banyak di sini pun belum tentu sama seperti yang di luar negeri. Jadi, kita lakukan saja penelitian karena di sana akan menjawab semua hal," ujar dr Kadek menambahkan.

baca juga

Vape Lebih Aman?

Jika dilihat dari kandungan zat yang dihasilkan, vape memang sekilas lebih aman karena tidak mengandung zat tar di dalam uapnya. Tapi tunggu dulu, Moms. Ahli paru dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan, anggapan vape lebih aman dinilai menyesatkan. Bagaimanapun, uapnya mengandung banyak artikel yang sifatnya iritatif dan dalam jangka panjang bisa memicu masalah kesehatan.

Vape Lebih Aman?
source: https://health.detik.com/
"Sama seperti asap rokok konvensional, uap rokok elektrik juga mengandung partikel-partikel halus yang sifatnya iritatif dan bisa menyebabkan iritasi di saluran napas atas dan bawah. Ini meningkatkan risiko asma, infeksi saluran pernapasan akut seperti tuberculosis (TBC) dan pneumonia," pungkas dokter Agus.
source: https://health.detik.com/

Cara Membersihkan Paru-paru dari Racun Rokok dan Vape

Moms, baik perokok aktif maupun perokok pasif sama-sama menghirup asap rokok yang mengandung racun atau nikotin. Meski sudah berhenti merokok, dalam beberapa kasus sisa nikotin tetap tinggal di dalam paru hingga beberapa waktu. Dilansir dari CNNIndonesia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi memusnahkan racun rokok dari paru-paru.

Jauhkan diri dari asap rokok/Vape
Demi paru-paru yang sehat, Moms harus menjauhkan diri dari asap rokok atau uap vape. Jika memang terpaksa berada di lingkungan atau tempat umum yang banyak perokok, gunakan masker atau kain penutup hidung.

Latihan pernapasan
Latihan pernapasan khususnya menghirup napas dalam-dalam bisa meningkatkan kapasitas paru-paru untuk mengantar oksigen lebih banyak ke tubuh. Paru-paru menjadi kuat dan saluran napas menjadi bersih.

Konsumsi jahe dan pepermint
Jahe dan pepermint adalah dua bahan makanan yang mampu membersihkan paru. Jahe memiliki beberapa kandungan yang dapat mengeliminasi polutan dari udara yang dihirup sebelum mereka memasuki paru-paru. Sedangkan pepermint dan minyak pepermint yang mengandung mentol dapat membuat rileks otot saluran pernapasan.

Cara Membersihkan Paru-paru dari Racun Rokok dan Vape

Asupan omega 3
Omega 3 merupakan zat yang dapat membersihkan paru-paru. Selain itu, Omega 3 juga dapat memperbaiki fungsi paru-paru dilihat dari berkurangnya tingkat produksi lendir serta gejala penyakit paru-paru. Tak sulit mendapatkan asupan omega 3, salah satunya lewat makanan laut alias seafood seperti sarden, kepiting, kerang, lobster dan tuna.

Perbaiki kualitas udara dengan tanaman hias
Membersihkan dan merawat kesehatan paru-paru berarti juga menyediakan lingkungan dengan kualitas udara yang baik. Memperbaiki kualitas udara dapat dilakukan dengan memelihara tanaman hias yang dapat menyaring udara dari polutan berbahaya.

Nah Moms, jadi lebih baik menghindari keduanya, ya. Seperti dijelaskan tadi, rokok konvensional dan vape sama-sama memiliki risiko sendiri jika asap atau uap terhirup oleh perokok pasif.