Kisah Pilu Dina dan Anaknya, Pandhu

Dilansir SuaraSurabaya, Muhammad Pandhu Firmansyah, bayi lima bulan warga Jojoran, Surabaya, selain menderita hidrosefalus juga mengalami kelainan wajah sehingga tidak bisa mendapat asupan gizi secara normal.

Pandhu mengalami facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele. Kepalanya membesar tak beraturan, sedangkan bibir, hidung, dan matanya tidak terbentuk sempurna.

Bibir tak sempurna itulah yang membuat Pandhu sulit minum ASI dari puting ibunya atau meminum susu formula dengan dot. Ibunya, Dina Oktavia (21), harus menyuapkan susu formula dengan sendok.

Kisah Pilu Dina dan Anaknya, Pandhu

Dina mengaku bahwa setelah melahirkan, ASI nya tidak keluar. Meski Dina sudah mencoba untuk memompa, ASI nya pun tetap tidak keluar. Padahal Dina ingin sekali memberikan ASI pada Pandhu, putranya.

Pandhu telah menjalani operasi pemasangan selang penyedot cairan kepala di RSUD Dr Soetomo pada Sabtu (30/11) lalu. Dina mengaku bersyukur karena dalam kondisi tidak punya pemasukan karena tidak bekerja, sementara suaminya tidak pernah memberi nafkah dan sedang dalam proses cerai, banyak orang yang peduli kepada Pandhu. Bahkan banyak komunitas dan LSM yang memberi bantuan uang bagi Dina dan Pandhu untuk menyambung hidup.

Ditinggal Suami dan Penyebab Penyakit Hidrosefalus yang Dialami Pandhu

Dina pun menceritakan kisah pilunya. Sejak Pandhu lahir dalam kondisi tidak sempurna, suaminya memilih untuk pergi dan tidak lagi memberikan nafkah. Bahkan suaminya menceraikannya. Suaminya tidak mengakui Pandhu sebagai anaknya. Tidak sampai disitu, mertua Dina yang memang tidak menyetujui pernikahan mereka pun juga tidak mengakui Pandhu sebagai cucu.

Sungguh pilu ya, Moms, nasib Pandhu dan ibunya.

Ditinggal Suami dan Penyebab Penyakit Hidrosefalus yang Dialami Pandhu

Diketahui, Dina sejak kecil hidup di lingkungan yang kurang sehat dan cenderung kumuh di kawasan Jojoran. Saat hamil lima bulan, kakinya dua kali digigit tikus sampai berdarah. Menurut Dina, kemungkinan besar kelainan hidrosefalus yang diderita Pandhu akibat gigitan tikus di kakinya. Salah seorang dokter di Surabaya pernah memeriksanya dan menyatakan demikian.

baca juga

Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus?

Dilansir HealthDetik, banyak jenis hidrosefalus dimulai pada masa kanak-kanak, biasanya disertai oleh kelainan bawaan lainnya. Insidensi hidrosefalus kongenital sebesar 1 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Di Amerika Serikat, kejadian hidrosefalus keseluruhan pada kelahiran sebesar 0.5-4 per 1.000 kelahiran hidup.

Sedangkan, jumlah kasus hidrosefalus pada tiga bulan kehidupan setelah kelahiran sebanyak 0,1-0,4%. Jumlah kasus hidrosefalus di dunia cukup tinggi. Di Belanda dilaporkan telah terjadi kasus sekitar 0,65 per mil per tahun, dan di Amerika sekitar 2 per mil per tahun. Sedangkan di Indonesia mencapai 10 mil per tahun.

Penyebab pasti terjadinya kelainan bawaan sampai sekarang masih belum jelas. Biasanya terjadi pada kehamilan yang si ibu masih muda usianya, dan disebabkan oleh:

  • Kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Radiasi
  • Kekurangan nutrisi
  • Radang atau infeksi
  • Cedera atau trauma
  • Obat-obatan
  • Hormonal

Pada hidrosefalus, pengumpulan cairan otak yang berlebihan dalam ruangan otak dapat terjadi karena:

  • Produksi cairan otak yang berlebihan,
  • Gangguan aliran cairan otak,
  • Gangguan proses penyerapan (absorbsi) cairan otak.

Keadaan-keadaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal yang bisa dikelompokkan menjadi 3 golongan besar, yaitu:

  • Kelainan bawaan (kongenital)
  • Radang dan pendarahan otak
  • Tumor otak
Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus?
source: https://health.detik.com/
Gejala klinis hidrosefalus yang tampak adalah membesarnya lingkaran kepala bayi atau anak yang melebihi ukuran normal, atau ubun-ubun besar yang tetap terbuka di saat seharusnya menutup. Sering juga terlihat pembuluh darah disekitar kepala yang melebar, dan matanya berbentuk seperti matahari terbit.

Bila kepalanya diketuk-ketuk, akan terdengar seperti kalau kita mengetuk kendi rengat (retak). Untuk mengetahui keadaan secara cermat, pemeriksaan dengan CT Scan Bahkan MRI adalah yang paling tepat

Untuk mengobati penyakit hidrosefalus, satu-satunya cara terbaik adalah operasi kepala. Tindakan operasi pembuatan bypass bertujuan untuk mengurangi pengumpulan cairan otak yag berlebihan di dalam tengkorak.

Biasanya, operasi semacam itu dilakukan dengan memasang pompa dan selang khusus untuk mengalirkan cairan tersebut dari bagian kepala ke dlam rongga perut. Meskipun operasi semacam ini untuk bayi atau anak-anak termasuk operasi yang cukup besar, bila tidak dikomplikasikan, penderita sudah diperbolehkan pulang 3 atau 4 hari sesudah operasi.

Kisah Pandhu dan Dina, ibunya, memang sungguh memilukan. Untuk itulah selama mengandung dianjurkan untuk ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan meminum vitamin kehamilan. Semua itu tentu untuk kesehatan bayi dalam kandungan.

Tidak lupa juga untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar selalu bersih. Karena kebersihan tidak hanya sebagian dari iman tapi juga syarat sehat. Semoga operasi Pandhu berjalan lancar dan lekas sembuh, ya.