Dilansir CNNIndonesia, atlet kelahiran Jakarta, 6 Desember 1998, itu merebut emas pertama dari nomor daoshu/gunshu combined putra. Atlet peraih medali pertama Indonesia di Asian Games 2018 itu mengalahkan Jowen Lim dari Singapura yang meraih perak dan Tran Xuan Huep dari Vietnam yang medali perunggu.

Usai tampil di nomor individu, Edgar Xavier Marvelo merebut emas kedua di nomor duilian putra bersama Seraf Naro Siregar dan Harris Horatius pada laga final digelar di World Trade Center, Manila.

Penuh Haru! Edgar Marvelo Raih 2 Medali Emas SEA Games 2019 Saat Kehilangan Ayahnya
source: https://www.instagram.com/edgarmarvelo/
"2 Gold Medals, for Papa❤️," tulis Edgar dalam caption.
source: https://www.instagram.com/edgarmarvelo/

Sukses Edgar Xavier Marvelo merebut dua medali emas untuk Indonesia pantas mendapat apresiasi tinggi. Pasalnya, peraih gelar di Kejuaraan Dunia Wushu 2019 itu tetap tampil di final hari ini meski beberapa jam sebelumnya sang ayah meninggal.

Pihak Kemenpora melalui akun Twitter resmi mengabarkan ayah Edgar Xavier meninggal pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Di tengah kesedihan dan duka mendalam atas kepergian Ayahanda malam tadi pukul 01.00 WIB, Edgar Marvelo tetap tampil apik dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Turut berduka cita, dan terima kasih Edgar atas perjuanganmu untuk merah putih," tulis pihak Kemenpora melalui Twitter.

Nyaris Batal Tanding

Masih dilansir dari CNNIndonesia, Edgar Marvelo nyaris batal bertanding setelah sang ayah meninggal beberapa jam sebelum tampil di SEA Games 2019, Selasa (3/12). Hal diungkapkan Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino. Edgar sebenarnya sudah mendapat kabar langsung dari keluarga tak lama setelah sang ayah tutup usia pada Selasa dini hari.

Ngatino mengakui Edgar sempat meminta izin pulang ke Indonesia untuk mendampingi ayah ke pembaringan terakhir. Namun, Edgar akhirnya memutuskan untuk tetap bertanding meski diliputi duka.

Nyaris Batal Tanding
source: https://www.cnnindonesia.com/
"Semalam Edgar sudah tahu [ayahnya meninggal]. Tadinya dia diminta pulang keluarga. Tapi, kami jelaskan juga kalau selama ini dia sudah berjuang dengan berlatih. Sebelum berangkat dia juga sudah ketemu dengan ayahnya," kata Ngatino.
source: https://www.cnnindonesia.com/

Menurut Ngatino, setelah berdiskusi dengan pelatih dan diberikan pendampingan, Edgar tetap tampil dan kami bersyukur dia mampu mendapatkan medali emas. Staf pelatih kemudian mencari cara untuk menjaga motivasi dan fokus Edgar ke pertandingan yang akan digelar dalam hitungan jam. Peraih emas Asian Games 2018 diminta meluapkan kesedihannya sebelum tampil. Bahkan Edgar dipersilakan menangis untuk mengurangi emosi.

Strategi itu dilakukan dengan harapan Edgar bisa fokus saat bertanding. Tak dinyana, Edgar mampu tampil apik di arena pertandingan dan sukses mempersembahkan emas. Ngatino bersyukur perjuangan Edgar bisa terbayar lunas dengan raihan dua medali emas. Rencananya Edgar didampingi pelatih Susyana bakal pulang lebih dulu ke Jakarta pada Rabu (4/12)

Terima kasih Edgar, ditengah duka pun masih bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa. Kami segenap tim Mommyasia turut berduka cita atas kepergian ayahanda.