1. Gatal di tenggorokan

Dilansir dari DetikHealth, ciri atau gejala pertama pada batuk alergi adalah rasa gatal di tenggorokan. Biasanya rasa gatal di tenggorokan ini muncul tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu yang lama. Salah satu cara meredakan rasa gatal di tenggorokan adalah dengan cara batuk. Anak-anak akan merasa tidak nyaman ketika tenggorokan dihinggapi rasa gatal. Bila masih kecil, anak-anak cenderung akan batuk terus menerus atau menangis.
1. Gatal di tenggorokan
source: http://www.shutterstock.com

2. Sering batuk

Batuk alergi akan terjadi bila alerginya terpicu. Anak-anak bisa memiliki alergi tertentu, seperti alergi debu, alergi dingin atau alergi bulu kucing. Bila salah satu penyebab alergi muncul atau berdekatan, maka si kecil akan terus menerus batuk. Anak akan sering batuk ketika alerginya muncul, hal ini dikarenakan tubuh sedang berusaha melawan benda asing di sekitarnya yang masuk ke dalam tubuh. Si kecil akan batuk lebih sering bila terpapar penyebab alergi dalam waktu yang lama.

2. Sering batuk
source: http://www.shutterstock.com
baca juga

3. Batuk pada posisi berbaring

Salah satu ciri batuk alergi adalah batuk di saat malam hari. Pada malam hari, umumnya suhu menjadi dingin, bagi yang memiliki alergi dingin, anak-anak akan mulai batuk-batuk kecil ketika malam menjelang. Pada posisi berbaring atau tidur, anak dapat mengalami batuk-batuk. Hal ini disebabkan dahak tergenang di paru-paru dan naik ke tenggorokan. Sehingga muncul reflek batuk pada anak-anak.

3. Batuk pada posisi berbaring
source: https://www.homeopathyworks.com

4. Berlangsung lama

Batuk alergi tidak seperti batuk flu atau batuk berdahak. Batuk alergi dapat disertai kondisi lain seperti hidung berair, mata berair dan gatal di seluruh tubuh. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berbulan-bulan. Begitu pula dengan batuk alergi, biasanya berlangsung cukup lama ketika penyebab alergi masih ada.

4. Berlangsung lama
source: http://www.momjunction.com
baca juga

5. Faktor genetik

Selain penyebab umum alergi seperti debu, polusi, dingin, bulu binatang dan serbuk bunga, batuk alergi juga dapat terjadi karena faktor genetik. Hal ini didasarkan alergi yang dialami oleh ayah atau moms menurun kepada si kecil. Biasanya orang tua dengan si kecil memiliki alergi yang sama. Oleh sebab itu, bila anak mengalami batuk alergi, ada kemungkinan orang tua juga mengalami batuk alergi yang sama.

5. Faktor genetik
source: https://www.health.harvard.edu
Bila Moms belum tahu apakah si kecil mengalami batuk biasa atau batuk alergi, sebaiknya periksakan ke dokter. Dan bila mengalami batuk alergi, jauhkan penyebab alergi dari si kecil. Jangan lupa untuk tetap minum air putih dan mengonsumsi pereda batuk yang sudah diresepkan dokter. Semoga Moms dan si kecil selalu sehat, ya!